Tampilkan postingan dengan label my project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my project. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 September 2017

PELABUHAN ITU BERNAMA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

Ini adalah serentetan cerita dari blog sebelumnya yang pernah saya tulis http://esadea.blogspot.co.id/2014/09/selemah-itukah-aku.html . Dari situ berlanjutlah perjalanan karir saya, cieee karir .. haha. Kemudian setelah kerja (kerjaan) yang cuma bertahan seminggu saja di Jakarta, akhirnya saya pulang kampung ke Bumiayu dan ditawari seorang teman untuk bekerja di Semarang. Kemudian saya coba pekerjaan tersebut, Interior Designer di sebuah Konsultan Swasta di Semarang. 6 bulan bekerja kemudian saya sakit dan membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Maka saya resign dan pulang kembali ke Bumiayu, sambil masih menunggu pembukaan CPNS (lagi) ditahun 2014 dengan semangat yang masih besar. Tahun 2017 ini lagi rame nih pembukaan CPNS, inilah yang menginspirasi saya menulis blog ini, supaya bisa sharing pengalaman saya mengenai tahapan pendaftaran, proses seleksi, hingga berlabuh sebagai ASN di Provinsi Jawa Tengah.
Setengah lupa kapan tepatnya pendaftaran, saya googling lagi, dan ketemu disini http://bkd.jatengprov.go.id/new/article/view/256
1. Pengumuman lowongan formasi oleh instansi 18-29 Agustus 2014.
2. Pendaftaran CPNS secara melalui portal nasional di alamat http://panselnas.menpan.go.id pada 20 Agustus-3 September 2014.
3. Pelaksanaan seleksi CPNS pada 8 September hingga selesai.
Jadi pendaftaran CPNS pada tahun 2014 sangat berbeda dari tahun 2013. Jika di tahun 2013 kita bisa mendaftar diberbagai instansi sekaligus, ditahun ini kita hanya bisa mendaftar satu saja, hanya satu kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Pendaftaran online kementerian/lembaga/pemerintah daerah semua dilakukan melalui satu pintu yakni http://panselnas.menpan.go.id. Setelah mengalami diskusi dan pertapaan yang panjang, karena waktu itu banyak formasi untuk arsitek diberbagai tempat dari mulai kementerian, provinsi, kabupaten/kota maka jeng jeng jeng ... akhirnya keputusan pilihan saya tambatkan pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena kebetulan pada waktu itu ada 3 formasi untuk arsitek. Jumlah ini paling banyak dibanding kabupaten/kota di jawa tengah yang biasanya hanya 1 atau 2 saja untuk formasi arsitek. Saya agak ngeri kalau lowongannya cuma 1, entah kenapa, ngeri aja, hehe.

Tahapan Pendaftaran Online
Pertama saya melakukan pendaftaran online melalui situs panselnas, kemudian mendapatkan nomer pendaftaran secara online, setelah itu saya mengirimkan berkas pendaftaran melalui pos ke pemerintah provinsi jawa tengah.
Tips dan Trik saat Tahapan Pendaftaran Online
Untuk teman – teman yang akan mendaftar pastikan internet yang kalian gunakan memiliki jaringan yang bagus, agar tidak terjadi eror pada saat pendaftaran online, karena ada pengalaman saudara, dia ngga bisa dapet nomer pendaftaraan karena satu nomer ktp hanya bisa sekali mendaftar, pada saat yang sama, internetnya kurang bagus, jadi kayak ke lock gitu nomor ktp nya dia, nomer pendaftaran ngga bisa keluar, padahal kartu pendaftaran online bakal dipake sampai kita daftar ulang jika ketrima PNS nanti. Pastikan juga sebelum mendaftar mantapkanlah pilihan karna kita ngga bisa ganti pilihan setelah kita sudah mencetak pendaftaran online.
Terkadang pula ada Kementerian/Lembaga yang menampilkan berapa jumlah pelamar online yang sudah mendaftar di Kementerian/Lembaga mereka dan itu di update setiap hari. Jadi kita bisa memantau seberapa banyak pesaing kita.
Tips yang dapat disiasati lagi adalah dengan lintas kementerian jurusan, begini maksud saya, jika jurusanmu adalah Sarjana Hukum, adalah terlalu mainstream jika kamu mendaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Cobalah tengok di Kementerian lain, apakah butuh Sarjana Hukum? Coba lihat lowongan di Kementerian ESDM misalnya, bisa jadi yang daftar disana hanya satu dua. Ini sudah dialami oleh salah satu teman saya dan berhasil.

Tahapan Pendaftaran Via Pos
Setelah kita mendaftar melalui online dan mendapatkan nomer pendaftaran kita diharuskan mengirim berkas-berkas melalui pos. Saya mengirimkan berkas ke BKD Provinsi Jawa Tengah.
Tips dan Trik saat Tahapan Pendaftaran Via Pos
Setelah berkas kita dikirim, berkas akan diverifikasi oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Pada tahapan ini, hanya peserta yang lolos verifikasi yang bisa test CAT ditahap selanjutnya. Dari pengalaman saya, kita harus betul-betul teliti memperhatikan berkas yang harus dikirim. Karena cukup banyak peserta yang gugur ditahap ini hanya karna kesalahan-kesalahan kecil, misal dipersyaratan ditulis fotocopy ijazah yang telah dilegalisir (jangan sampai mengirimkan scan ijazah legalisir, harus kirim sesuai syarat), dipersyaratan ditulis lamaran harus ditulis tangan di tempel materai (harus ditulis tangan dan diberi materai). Jangan sepelekan hal-hal kecil ya, pokoknya harus baca dengan teliti dan patuhi.

Tahapan Test CAT
Setelah kita lolos seleksi berkas di BKD. Setelah itu akan ada pengumuman waktu dan tempat kita untuk melakukan test CAT. Pengumuman ini serentak dilakukan dalam satu instansi, dalam hal ini saya mendapat pengumuman dari Pemprov Jateng dari BKD Pemprov Jateng. Setelah itu saya datang ke lokasi pada waktu yang telah ditentukan oleh BKD. Lokasi yang saya tuju yaitu kampus Udinus. Disana kami diberi pengarahan sebentar mengenai gambaran test CAT yang akan dilaksanakan. Test CAT berlangsung selama 90 menit dengan jumlah soal 100. Test terdiri dari soal Test Wawasan Kebangsaan (TWK), Test Intelegensia Umum (TIU) dan Test Karakteristik Pribadi (TKP). Setelah mendapat pengarahan, kami meuju tempat test yang telah ditentukan. Disana terdapat komputer yang memiliki nomer meja sesuai dengan nomor pendaftaran kita. Setelah kita duduk di depan komputer kita masing-masing, kita dapat langsung memulai membuka aplikasi CAT dengan login menggunakan nomor pendaftaran kita. Aplikasi CAT berisi soal yang dapat kita operasionalkan dengan memilih salah salah satu jawaban soal pilihan ganda. Jika kita merasa soal tersebut sulit, kita dapat meng-skip-nya dan mengulangi soal tersebut nanti. Aplikasi CAT akan menutup secara otomatis ketika waktu telah habis. Aplikasi ini juga dapat kita tutup sendiri jika kita telah selesai mengerjakan sebelum waktu 90 menit habis. Setelah apllikasi menutup, langsung muncul skor/jumlah nilai kita, tadaaaaa .. berasa kayak main kuis, haha. Kemudian skor kita juga akan diprint langsung oleh panitia dan ditempel di halaman lokasi test, sehingga kita bisa melihat pula skor pesaing kita yang lain. Pada saat selesai test CAT skor yang saya dapat yakni 377. Adalah suatu rekor baru saya bisa tembus diatas angka 350. Dalam perjalanan pulang naik kereta saya banyak berdoa dan menenangkan diri. Sampai pada bulan Desember pengumuman ditentukan dan Alhamdulillah saya lolos. Kebetulan waktu itu di Pemprov Jateng hanya ada test CAT saja. Jadi kelulusan hanya ditentukan berdasarkan urutan nilai tertinggi test CAT saja,tanpa ada akumulasi apapun.
Pengumuman CPNS Pemprov Jateng 2014
Tips dan Trik Tahapan Test CAT
Tipsnya yang pertama yaitu belajar. Dari pengalaman gagal saya tahun 2013, saya belajar dari teman saya yang berhasil. Apa yang mereka pelajari? Dari situ dapat saya simpulkan bahwa semua teman saya yang berhasil tersebut HAPAL UUD 45. Ya, hapal. Bukan hanya paham. Karena dari dari hapal, kita bisa paham bagaimana negara ini bekerja, dan itu akan mempengaruhi kita menjawab soal TWK.
Tips selanjutnya yaitu untuk mengahadapi TIU, saya screening kelemahan saya, yaitu saya lupa rumus-rumus matematika dasar, misal merubah gram ke ons atau rumus-rumus bangun ruang seperti rumus volume kerucut, maka saya hapalkan rumus-rumus matematika dasar tersebut. Matematika asal hapal rumusnya, soal akan berubah seperti apapun kita akan tau hasilnya. Saya mempelajari pula perbandingan dan persamaan. Jadi kalian juga bisa screening kira-kira bagian matematika dasar mana yang kalian lupa.
Tips selanjutnya perhatikan ambang batas minimal disetiap soal tersebut. Karena walaupun nilai kita tinggi, akan tetapi jika salah satu nilai ambang diantara TWK, TIU dan TKP tidak terpenuhi, maka hal ini bisa membuat kita gugur ketahap selanjutnya atau tidak lulus test.
Tahap terakhir tawakkal. Apapun yang terjadi kita sudah berusaha, biarlah Allah yang menentukan.

Jumat, 12 September 2014

J A K A R T A

Desember 2013

Menurutku, kalian pasti sudah tidak asing mendengar kata Jakarta, Ibukota negara Indonesia, yang katanya kejam seperti ibu tiri.
Taukah kawan? Awalnya aku tidak mengindahkan kata-kata ini, aku sudah terlalu senang diterima disalah satu perusahaan swasta di Ibukota, walaupun bukan BUMN, bukan PNS, setidaknya ini dapat menjadi batu loncatanku, tapi ternyata tidak.
Beruntung aku punya om yang baik hati, adik kandung ibukku, membantuku untuk dapat bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta. Dan beruntungnya lokasi kantor dekat dengan kantor BUMN teman terbaikku, jadi kita bisa kos deketan (berharap satu kosan, tapi ngga bisa, karna kos temanku sudah penuh)
Dari sana, petualangan seminggu ku dimulai ..
Hari pertama, menempati kos baru, tempat kerja baru .. Masa perkenalan dengan Jakarta tidak mulus teman.
Kos baru, ketika masuk kos baru, kita sudah dimulai dengan pembayaran, sungguh ini berbeda dengan didesa dan dikota lain di Indonesia, disini semua seperti berkata, UANG, UANG, UANG, semua berorientasi pada MATERI, dimana, kalau bawa ini itu harus tambah bayar ini itu. disini sudah tidak ada lagi kekeluargaan, tenggang rasa, sebagaimana prinsip manusia hidup, bertetangga, kebaikan bergaul dengan sesama, sikap gotong royong, tolong menolong, disini semua sudah tegadai dengan MATERI. sedih aku merasakannya.
Kemudian masuk ke tempat kerja baru, hujan sepulang kerja, pukul 7 malam di Jakarta masih seperti pukul 2 siang didesa, atau pukul 5 sore di Kota lain di Indonesia
Penuh, Sesak, Macet
Walalupun aku hanya berjalan kaki, aku merasakan kepenatan itu, menyabrang, aku hampir saja tertabrak, lalu aku berjalan dengan tertib di trotoar. Kaget aku melihat, motor-motor itu masuk ke trotoar dengan kecepatan tinggi, tidak mau mengalah pada pejalan kaki, padahal trotoar itu hak pejalan kaki, sekali lagi aku tegaskan TROTOAR ITU HAK PEJALAN KAKI.
Tapi kita bisa melawan, mau kita kecam sekeras atau selembut apapun, itu akan menjadi sesuatu negatif yang dapat menjadi bom, jadi pilihan itu jatuh pada diam. Tapi diam itupun tidak menjadi benar disana
Kata siapa ibukota orangnya individu? kata siapa? ya mungkin individu dalam masalah materi, dalam masalah gotong royong, tapi toh kau jalan kaki pun, mengenakan baju tertutup, berjalan sopan, kau tetap akan dipanggil2 digoda, itu kerisihanku kedua MORAL, KESOPANAN, taukah kalian mengenai arti kata itu?
. JAKARTA HARI KEDUA .
Aku memberanikan diri, berangkat ke kantor lewat jalan alternatif, jalan kecil melalui jalan pemukiman, tidak suka aku melihat hiruk pikuknya kendaraan .. Tapi disisi itu, apa yang kudapat, sebuah keprihatinan .. Jalan itu kurang lebih dua meter, akan tetapi sudah beralih fungsi, satu meternya sudah dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk berjualan .. disampingnya ada selokan, menggenang, hitam, berbau tidak sedap .. dari sini aku tangkap, hilanglah sudah KEBERSIHAN .. mungkin dari luar tampak gedung berjejer dikota ini, akan tetapi didalamnya kau lihat, rumah-rumah kecil petak itu berderet, dengan jalan-jalan kecil, dengan selokan yang hitam dan bau .. Lalu kau pasti akan bilang, kau salah cari kos mungkin, kau mungkin kos di daerah kumuh, menurutku tidak, aku berada di area ring satu, disamping kantor walikota, didekat kantor pemerintahan, bahkan sangat dekat dengan landmark kota ini, monas.
Makan siang, salah seorang teman kantor mengajakku untuk pergi makan siang diluar, dikompleks pujasera didekat salah satu kementrian, disana banyak aku jumpai ibu-ibu, bapak-bapak berpakaian PNS yang juga membeli makan siang.
Pujasera itu ramai, ditemani rintik hujan, sekeliling air menggenang, diatapi tenda, orang-orang disana makan dengan lahapnya, aku .. entah kenapa merasa risih, ada beberapa orang yang asyik menyantap bakso dengan kuah yang bertambah, bertambah air hujan yang ku maksud, karena, tenda itu tak dapat menebas seluruhnya air hujan, terkadang cipratannya masuk. botol-botol saus dengan pewarna merah pekat, masuk ke mangkok mereka .. seketika aku ingat acara televisi yang menayangkan investigasi makanan-makanan di Jakarta. Dan seketika itu nafsu makanku hilang .. MAKANAN DI KOTA INI MULAI TIDAK SEHAT.
Disela-sela makan siang itu, salah satu teman bertanya, “kamu lulusan mana?”, owh kamu lulusan PTN?, kenapa kerja di swasta?, lalu pertanyaan lain muncul, “kamu asli mana?, loh kamu dari daerah, kenapa kamu pilih Jakarta?”. Peranyaan itu membuatku bertanya lagi pada diriku .. Kenapa berani aku pilih Jakarta untuk sebuah pekerjaan swasta?
Mungkin jika pekerjaan ini merupakan pegawai negeri, akan aku perjuangkan dimanapun diseluruh Jawa (karna itu merupakan cita-cita sejak jaman purba) jikalau ini swasta, lalu mengapa? Hatiku mulai bimbang, kemudian diam
Perjuangan hari ini tak sampai disitu, pulang kerja, aku masih harus melalui jalan itu, terpaksa, dengan ditemani gerimis kecil, sehabis hujan yang cukup deras tadi, tapi aku tidak mencium bau sedap tanah selepas hujan, hanya bau got yang membuatku mual, tidak ada udara sejuk dingin yang aku rasa, sehabis hujanpun, tetap masih panas.
Selepas sampai kos, aku merasa sesak, entah kenapa, aku rasa di kota ini oksigen semakin menipis, coba kau bayangkan saja, berapa banyak orang yang tinggal di kota itu, semuanya bernafas menghirup oksigen, lalu kau bandingkan, berapa banyak pohon dan tumbuhan disana yang dapat menyerap karbondioksida mu, lalu melalui proses fotosintesis pada siang hari, mengubahnya menjadi oksigen. Belum lagi pencemaran udara dari kendaraan bermotor, outdoor AC gedung-gedung perkantoran, pernahkan kau berpikir tentang hal itu? OKSIGEN KOTA INI HAMPIR  HABIS.
. JAKARTA HARI KETIGA .
Hari ketiga ..
Hari ini aku terpaksa izin tidak berangkat kekantor, karna harus mengikuti test tahap 3 CPNS salah satu kementrian. Aku tidak tau menahu kota ini, aku hanya mengikuti teman kosku kemana dia pergi, kebetulan dia mengikuti test yang sama di Kementrian yang sama denganku .. test jam 8, aku harus berangkat dari kost jam 6 kurang, padahal jarak yang akan kami tempuh hanya 5 km, jika kita bandingkan dengan di daerah ataupun di kota lain, jarak 5 km itu bisa kita tempuh hanya dengan waktu kurang dari 10 menit dengan kecepatan rata2 40 km/jam, sedangkan disini, kita harus mempersiapkan 2 jam sebelumnya hanya untuk jarak 5 km. WAKTU TERBUANG DI JALAN.
Pulang dari test, aku mengikuti temanku belanja disalah satu tempat perbelanjaan, dari semua yang aku ceritakan negatif di atas, mungkin hanya ini positifnya, sandang/pakaian disini cukup murah dengan model yang lebih baru dan beragam dibanding daerah lain atau di desa. Disini kami makan disalah satu restaurant cepat saji, lagi-lagi entah kenapa makanan ini tidak bisa dinikmati lidahku dengan gampang, karna aku masih berpikir, makanan cepat saji? mungkinkah ini akan aku konsumsi sering untuk menghindari makanan yang aku anggap kotor dan tidak sehat, bukankah makanan cepat sajipun sama tidak bagusnya? Dengan harga yang tidak bagus juga untuk kantong pegawai baru sepertiku.
. JAKARTA HARI KEEMPAT .
Hari ini aku terpaksa masuk setengah hari, karna aku harus mengikuti test tahap 3 di Kementrian lain .. aku tak tau daerah yang aku tuju sebelah mana, seberapa jauh dari tempat ku tinggal, akhirnya keputusan jatuh pada taksi. Pagi-pagi sebelum pukul 6, kami sudah berkemas, menggunakan taksi, kurang lebih perjalanan kami 20 menit dengan jarak 12 km (pada gps yang aku punya). Perjalanan berangkat itu lancar.
Aku mengerjakan test dan selesai lebih awal, pukul stengah 11, aku berharap aku dapat kembali ke kantor dengan cepat, tapi malangnya, aku tak tau bagaimana cara memesan taksi disini, puluhan taksi aku stop di depan lokasi test yang aku ikuti, aku coba hubungi nomer taksi, hingga aku ketuk pintu taksi yang berhenti, hasilnya NIHIL.
Hingga setengah 12, aku mulai putus asa, untunglah ada seorang teman yang mau menolongku, dia sudah hampir setaun tinggal di kota ini. Aku meminta bantuannya untuk memesankanku taksi. setelah dua kali meminta armada, sejam kemudian baru taksi yang aku pesan datang, itupun dengan berlari dan terburu-buru. 40 menit perjalanan menuju kantor, 2 kali lipat waktu dari perjalanan berangkat. Ah, kota ini mulai membuatku stress.
Sesampainya di kantor, teman kantor mengajakku untuk makan siang, tapi ajakan itu aku tolak, aku lebih memilih membuat mie instant cup dikantor, toh aku pikir, sama-sama tidak sehatnya, jadi, yasudahlah.
. JAKARTA HARI KELIMA .
Setiap malam setelah pulang kerja, pikiran-pikiran itu menghantui otakku, berdesing, membuatku susah tidur, jakarta yang panas terasa semakin panas, jakarta yang sudah sesak, aku rasa semakin sesak .. 2 orang teman malam ini menginap, diam-diam (karna kalian tau betapa matre nya kota ini, jika ketauan ada yang menginap, bakal kena carger), sungguh realitas yang amat berbeda ketika kalian kost di kota lain, dimana kalian masih bisa merasa INDONESIA, dimana masi ada tolerasi, gotong royong dan saling tolong menolong.
Pembicaraan kami bertiga malam ini mungkin lebih cenderung ke arah keluhan .. aku lelah sekali “….” salah seorang teman mengeluh, kamu bisa bertahan? dengan kondisi seperti ini? Kalau aku ngga mau kalau cuma kerja swasta disini, aku maunya kalau kerja disini ya jadi PNS.
Celetuk temanku itu semakin meyakinkanku, apa yang aku cari selama ini? Apa yang aku cari di kota ini? pengalaman? kenapa tidak aku cari di kota lain saja? di kota yang lebih bersahabat?
. JAKARTA HARI KEENAM .
Say good bye to Jakarta ...
Dengan langkah gontai, memaksa masuk, menyusuri jalanan yang padat, dengan pikiran yang penuh, izin dari orang tua sudah dikantongi, menetapkan hati, memang seharusnya saya resign, saya sudah tidak ingin membebani kota yang sudah penuh beban ini .. jika memang untuk bekerja disebuah perusahaan swasta, saya lebih memilih untuk mencari di kota lain saja. Tanpa berpikir panjang lagi, surat resign itu saya ajukan, saya pikir, lebih cepat lebih baik, sebelum ada tanggung jawab yang saya emban, sebelum banyak pekerjaan, sebelum semua terlanjur menjadi semakin rumit.
Saya tidak tahu berapa banyak orang yang merasakan apa yang saya rasakan dan saya tidak tahu berapa banyak orang juga yang berkebalikan dengan yang saya rasakan. Karena mata uang pasti punya dua sisi bukan? seperti semua yang ada di alam semesta ini, ada sisi yang berbeda agar semua tetap seimbang. boleh jadi kalian punya kisah yang lain.
Dan semoga ini bisa menjadi pelajaran, janganlah mudah mengambil suatu tindakan dan sikap, tunggulah sejenak sampai kamu benar-benar yakin kamu akan dapat menerima semua konsekuensinya.

 
 

Selemah itukah aku?

 31 Desember 2013 #latepost
Aku tak tau harus memulai dari mana cerita ini. Aku seorang freshgraduate, yang memiliki dua gelar sekaligus, sarjana dan master of engineering disalah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.
Aku bersyukur bisa mendapatkan dua gelar itu sekaligus, mempunyai kesempatan beasiswa untuk dapat melanjutkan study tingkat masterku ketika aku masih kuliah sarjana, dan full scholarship DIKTI. Menjadi lulusan, dengan IPK terbaik kedua pada tingkat master, dengan Indeks Prestasi Komulatif hampir sempurna.
Apakah itu membanggakan?
Aku bersyukur dengan apa yang telah aku raih, pencapaian yang berhasil aku peroleh.
Akan tetapi, setiap hal mempunyai dua sisi, positif dan negative. Dan sisi negativenya adalah aku menjadi terlalu selektif dalam memilih pekerjaan, hingga saat ini, 8 bulan sejak aku siding akhir dan dinyatakan menjadi seorang magister, aku masih belum menemukan jodoh pekerjaanku.
Ini bukan masalah aku tidak berusaha, aku berusaha semampu dan sekuat yang aku bisa. Dari ikut jobfair, apply via pos maupun online, hingga datang langsung ke tempat yang aku tuju. Dari sana, ada yang tidak mengindahkan lamaranku, ada yang lolos berkas administrasi, mengikuti test, lolos tahap awal, tahap berikutnya, tapi NIHIL dihasil akhir. Kata GAGAL kini menjadi kata yang biasa, tapi benarkah biasa?
Aku mendaftar pekerjaan di perusahaan-perusahaan BUMN yang aku inginkan, dan mendaftar di berbagai Kementrian serta Provinsi untuk dapat menjadi PNS (cita-cita yang aku impikan sejak jaman purba*kata salah seorang teman dekatku).
Kota-kota di Jawa aku jelajahi secara mandiri, dari Barat, Ibukota Jakarta, ke tengah Semarang dan Jogjakarta, hingga ke Timur, Surabaya, Kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tidak hanya sekali, bahkan terkadang aku harus bolak balik ke beberapa kota yang berbeda di minggu yang sama. Dalam benakku, inilah perjuangan.
Mendaftar CPNS di 8 tempat, lolos administrasi 5 tempat, mengikuti test di 4 tempat, lolos ditahap selanjutnya 2 tempat, hingga pada hasil akhir 0 tempat.
Mendaftar BUMN di beberapa tempat, lolos tahap 1, tahap 2, tahap 3, lalu
Gagal di tahap akhir, kadang sudah gagal ditahap awal. Beberapa orang temanku sudah berhasil duduk di BUMN ternama yang mereka inginkan. Aku bangga pada mereka.
Ketika pengumuman pertama di salah satu Kementrian, 3 0rang temanku lolos menjadi PNS, aku bangga, aku ikut senang dengan keberhasilan yang mereka peroleh. Dengan tulus dan bangga aku ucapkan kata selamat pada mereka. Diluar dugaanku, mereka malah memikirkan perasaanku, balik menyemangatiku, memberikan kata-kata bijak, aku terharu.
Tak sampai disitu, teman baikku saat kuliah, teman terbaik, mengirimku sebuah pesan, dia memang saat ini sudah bekerja disalah satu BUMN ternama di negeri ini. Aku bangga pula padanya, sangat bangga.
“….:red(menyebut namaku)”
“Jangan bersedih yaaaa …”
“Aku yakin Allah punya rencana lebiiih .. lebiiiih .. indah buat kamuuuu”
“Kayak kisah dua teman baik kita ..”
“Dulu aku heran .. orang sebaik dia kenapa terhambat di pekerjaan .. “
“Tapi ternyata Allah punya great plan buat dia”
“Begitu juga teman baik kita yang lain”
“Ternyata dengan dia tahan kerja di Kota ini”
“Dia bisa nikah lebih cepet”
“Allah pasti juga punya great plan buat kamu”
“I believe J”
“Semangat cantiiiiiiiiiik”
Seketika air mataku menetes, haru, aku harus banyak bersyukur, disekelilingku, masih banyak teman-teman, sahabat-sahabat yang menyayangiku ..
Saat itu, pikiranku tertuju, pada salah seorang teman, yang baik, yang seperjuangan, yang memiliki riwayat pendidikan sama, jobseekers yang sama, bahkan dia sempat memiliki kisah pribadi dengan lelaki yang sama, aku berpikir, dia juga sama sepertiku, masih belum, masih belum berjodoh dengan rejeki pekerjaanya. Hatiku sedikit tenang.
Tapi .. Allah punya rencana lain .. Sebuah rencana yang aku takutkan .. SENDIRI. Aku tidak suka sendiri, apapun, berhasil sendiri, bahkan gagal sendiri. Tertinggal ….
Temanku diterima di Lembaga Pemerintah yang lain, menjadi PNS disalah satu Lembaga tersebut, mendengar kabar itu, seketika aku merinding. Hal negatifnya aku menangis, sekuat aku menangis, entah kenapa seketika itu aku menjadi sangat sedih .. 31 Desember 2013. Aku merasa aku berada di “titik terendah”. Aku merasa sendiri, tertinggal, gagal, sendiri ..
Saat ini, sudah tidak ada lagi pengumuman disuatu Kementrian, Lembaga, maupun Pemerintah Provinsi yang aku tunggu .. Aku masih menangis.
Terlintas sebuah kata pepatah “Kita mungkin sedih jika kita gagal, akan tetapi itu akan menjadi lebih menyedihkan, ketika kita gagal, dan kita melihat teman kita berhasil”.
Jelek, ini merupakan sifat yang sangat tidak terpuji, iri itu namanya, jelek banget punya sifat seperti ini, sekuat yang aku bisa, aku akan meminimalisirnya, lalu membuangnya, semoga aku bisa dan harus bisa.
Sekuat itu buncit menasehatiku, memberikan aku motivasi, binggung, menghubungi sahabat terbaikku, meminta tolong padanya untuk menasehatiku, memberikanku motivasi juga.
Sekarang .. Aku mencoba kembali menata hatiku, aku pikir ini hanya masalah waktu, beberapa hari ini aku menghindar, menghindar diingatkan pada hal-hal itu, menghidar dari hal-hal yang membuatku trauma, sementara OFF dari sosial media. Meyakinkan diriku sendiri, bahwa “Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya” dan “Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan”, Aaamiinn.

Unsustainable City

( Foto Kota Semarang, diambil dari Menara Masjid Agung Jawa Tengah tanggal 30 September 2012, pukul 15.53)
Finally, setelah 3 tahun .. kesampaian juga dateng ke tempat ini :)
tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan .. lihatlah gambar diatas, apa pendapat kalian mengenai hal tersebut?
Sebelum kalian menjawab, aku akan menceritkan pendapat seseorang yang ketika itu ada disampingku, cukup menggelitik,
"bagiku ketika kita melihat dari sini, aku akan mengatakan jika itu bukan rumah, aku lebih melihat disana seperti tumpukan kardus"
dan aku menanggapi “ya, begitulah wajah kota kita, unsustainable”

Minggu, 15 Juli 2012

Special Thaks to : graduation

14 Juli 2012
Alhamdulillah .. graduation :)
Alhamdulillah, terima kasih ALLAH SWT.atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya untuk umatNya yg tiada pernah putus
Terimakasih “BAPAK IBU” atas semua doa, dukungan materi dan non materi, penasehat yang baik, pendengar yang baik, pemberi dukungan yang baik, yang tiada pernah lelah mendengar semua keluh kesah, yang tiada pernah bosan memberi semangat, yang tiada pula akan selesai jika disebutkan disini semua yang telah bapak dan ibu beri,big big thaks :)
Terimakasih “BAPAK IBU DOSEN” atas segala bimbingannya, atas ilmu yang diberikan, baik yang tersampaikan secara lisan maupun tersampaikan melalui segala tugas yang telah dapat membuat saya menjadi saya yang sekarang ini :)
Terima kasih “SISTA” bella telah menjadi teman curhat yang baik, pendengar yang baik, penyampai pesan yang baik, big hug la .. :)
Terima kasih keluarga “BUMIAYU” alm.eyang ung, eyang uti, tante susi, kakak izam, adek arsel, makasii uda kasi semangaaat selama ini :D
Makasii buat "GENK BIDADARI" iwak sebagai teman yang baik pemberi bantuan yang baik, pendengar yang baik, teman yang sangat baik. Nissa sebagai teman panik yang baik. Didi sebagai pemberi contoh teman tertenang yang baik. Fridtung sebagai soul mate yang baik, temen curhat yang baik. Asa sebagai temen dari awal kuliah hingga sarjana yang selalu punya cerita bersama. Iin sebagai penyimpan rahasia yang baik .. terima kasih telah menjadi teman teman terrrrrrbaik, sahabat-sahabat terrrrrrbaik semasa kuliah S1 Arsitektur .. canda canda kita, tawa tawa kita, saling marah kita karna tugas salah paham dan lainnya, tangis bahagia tangis sedih bersama, teman yang menyenangkan, teman yang menenangkan, ah sudah banyak yang dilalui teman, hingga aku sampai tahap ini, sarjana Arsitektur, cepet nyusul ya :D ayo habis ini kita kerja bareng, hehe
Makasii buat temen-temen “URUT ABSEN” .. bigga beldung bernika sebagai wanita-wanita perkasa, dallan bimbim dhipo sebagai para lelaki seniman yang kreatif, chely sebagai burung elang yang baik, dian yang selaluu rajin dan tekun .. nama kita yang mentakdirkan kita sering bersama dalam tugas, aaaa big thaks, saat deadline, saat on fire, ah itu sudah kita lalui…
Makasii buat temen-temen KKN "BOCAH ROLAS" .. kakak kakak kriyan, fajrin, zia, tia, nitta, yekti, papanasi, iqbal, latif, dilla, astrid, citra, terima kasih atas pengertiannya, karna telah mengerti, memberi ijin dengan ikhlas kepada saya untuk mengerjakan TA di sela-sela KKN ..
Makasii buat “P59ER” dendoot ratih yang suka nemenin bobo ngerjain TA, dede susi yang sering dimintai tolong, amal yang suka dicurhatin macem-macem, maya rani duo bocil yang suka dititipin makan, pippins yang on ditahap akhir TA, grisna, nisong, nitong, bunga, tikong, gayuh, dara, wulan, yani, pretty,makasii semuanya .. uda nemenin selama ini sampai tahap ini ..
Makasii buat “TRIPLE ANGLE” mesah line, temen sekelompok tugas akhir, yang uda assist bareng, panik bareng, takut bareng, seneng bareng, saat-saat tugas akhir, dan “MANAGER triple angle” arif yang selalu kiyengan, big thaks to, akhirnya kita wisuda bareng ..
Makasii buat temen-temen “FASTRACK” yang selalu kiyengan, yang sama sama ngrasain pusing bareng, capek bareng, ngantuk bareng, paman satriya sebagai induk semang yang baik, mami aser sebagai teman penetral yang kadang ikut ngga netral, arif mesah line yang telah tergabung dalam triple angle management, pingu sebagai pembonceng yang kebanyakan bobo pas dibonceng, aybon yang selalu bisa tenang wlo keadaan sedang on fire banget, desti, vinna, lele yang juga tak kalah kiyengan, tugas akhir masa yang kita lalui bersama dengan suka cita temans
Makasii buat “TA 118” Intan sebagai bu lurah yang baik, novi, riri, ristya, taufik, hanif, mba mira, mas gembong, mas dunga, mas denny, mas febby, mas fatoni, yang telah jadi teman yang baik distudio ..
Makasii buat tim “MAKETOR” mas aji, mas rapi, dan mas jay, yang uda berhasil sukses ngerjain dan bikin panik H min beberapa jam siding akhir, tapi puas banget sama maketnya, makasiih
Makasii buat “KEPOMPONG” inggide, alda, ayu, shinta, sebagai teman curhat yang baik, makasii uda sabar dengerin aku cerita, nangis, ngeluh, big thaks persahabatan memang bagai kepompong
Makasii buat “JUNIOR SEPERJUANGAN”, yufi yang uda ngasih warna dihari-hari kemarin, makasi banyak atas support, doa, dukungan, perhatian, makasii banyak uda jadi pendengar yang baik, penasehat yang baik, pemberi semangat yang baik, meski jalan kita kini sudah tak sama lagi, perubahan jalan menjadi teman akan tetap baik kan/ makasii buat haikal yang wlo pun sudah tidak dalam satu almamater, tetap bisa jadi teman pamer, teman ejek, teman curhat ngalor ngidul, semuanya, makasii, aku uda sarjana nak :P
Makasii semua, Alhamdulillah telah memberi warna, hingga 14 Juli saya telah resmi menjadi seorang Sarjana Teknik Arsitektur, semoga ilmu yang saya dapat ke depannya bisa saya gunakan dijalan yang baik, mendapat pekerjaan yang baik, dan selalu berada dilingkungan yang baik seperti kalian dan tentunya yang selalu Allah SWT. ridhai, amin
 
Busada Eka Kristi Pratiwi, ST
Big thaks

Rabu, 01 Desember 2010