Episode : Profesi
13 September 2014
Cerita ini hanya catatan yang ditulis seorang anak kepada
Ibundanya, setiap anak lain di dunia ini pasti akan punya banyak cerita tentang
ibu mereka, banyak, banyak sekali.
Seperti halnya saya, pada kesempatan ini saya ingin bercerita
mengenai ibu dari salah satu sisi, yakni profesi.
Ibu saya adalah seorang lulusan D3 Administrasi Keuangan
sebuah Universitas Negeri di Jawa Tengah, bekerja sebagai karyawati tata usaha
di sebuah SMA di sebuah kecamatan. Pekerjaan yang beliau jalani sederhana,
mengatur pembukuan sekolah, mencatat data siswa keluar masuk dalam buku induk
sekolah. Profesi itu terdengar sederhana, biasa. Akan tetapi diluar itu aku
sangat mengaguminya, profesi diluar itu sungguh luar biasa.
Apa yang beliau miliki sesungguhnya luar biasa, suatu ketika
saya membayangkan, Ibu pati akan lebih berkembang maju dan sukses apabila dulu
beliau kuliah di jurusan tata boga, seperti yang pernah beliau cita-citakan,
kemudian membuka usaha toko kue, catering, bahkan mungkin usaha restaurant, lalu
kenapa saya bisa berpikir demikian? Jawabannya adalah karena masakan ibu luar
biasa, beliau bisa memasak masakan apapun dan saya suka, segala macam jenis kue
basah kue kering kue ulang tahun, dan segala macam masakan jawa, hmm delicious.
Kemudian disaat yang lain ketika seragam merah putih saya
lepas kancing, ibu menjahitkan, ketika saya mengalami kesulitan dalam pelajaran
menjahit, ibu membantu menyelesaikan, suatu ketika saya butuh syal hangat, ibu
merajutkan, pada saat itu saya membayangkan, mungkin ibu saya akan lebih sukses
dalam karir jika beliau dulu kuliah tata busana, karena jahitan beliau rapi dan
halus, model yang beliau berikan dalam rajutannya pun sesuai dengan selera.
Di lain waktu, saya jatuh sakit, disaat itu ibu membawa saya
ke dokter, tapi tak lepas hanya dengan obat yang diberikan oleh dokter, di
rumah, ibu merawat saya melebihi bantuan dokter, memberi saya makanan yang
sesuai dengan kondisi penyakit saya, memberikan obat jalan, merawat dengan baik,
bertanya kesana kemari mengenai penyembuhan penyakit yang saya alami, menemani
hingga kondisi saya membaik dan sehat, Alhamdulillah. Kemudian saya berpikir
kembali, mengapa ibu dulu tidak kuliah di Jurusan Kesehatan saja? Ibu bisa jadi
ahli gizi, jadi bidan, atau bahkan jadi dokter, pasti ibu akan lebih berhasil.
Suatu ketika tumbuhlah saya menjadi seorang remaja,
mengalami masa galau (bahasa gaul anak muda jaman sekarang), ibu tau apa yang
saya rasakan, bertanya, mengajak bercerita, dan berbagi. Kemudian dengan
pendekatan tersebut, galauku menguap sudah, berganti dengan sebuah solusi baik
yang ibu tawarkan, dan wah pasti kalau ibu masuk jurusan bimbingan konseling
atau psikologi cocok sekali. Solusi yang ibu tawarkan ampuh dan jitu, Terima
Kasih Ibu.
Dan ketika kini, ketika saya tumbuh dewasa, me-refresh
kembali apa yang dahulu pernah saya pikirkan, Ibuku tersayang, sudah tepat
berada profesinya sekarang, karena dengan profesi sederhananya sekarang, ibu
mempunyai banyak waktu yang luang untuk kami, anak-anaknya, suaminya dan keluarganya.
Ibu dengan profesi sederhana diluar rumah, menjadi wanita
multiprofesi yang luarbiasa dimata kami. Ibu Tanti Kristanti, telah berhasil mendidik
dan membimbing kami dengan paket lengkap profesi yang dimilikinya, Terima Kasih
Ibu, Selamat Ulang Tahun ke 49, Semoga Allah selalu memberi kesehatan,
keselamatan, kebahagiaan dan umur yang barokah, Aamminn. I Love you bu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar