Ini adalah pengalaman mengenai melahirkan untuk yang pertama kali, merasa perlu untuk membagikannya karna saya akan bercerita pula tentang melahirkan dan fasilitas yang diberikan oleh RS Hermina Pandanaran Semarang dan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah ini adalah pengalaman yang baik menurut pandangan saya.
Sejak awal kehamilan saya rutin melakukan pemeriksaan kandungan saya ke dr.Hary Tjahjanto, Sp.Og. K.Fer. Selama 3 bulan awal kehamilan saya melakukan pemeriksaan kandungan dirumah beliau, karena kebetulan dekat dengan tempat saya tinggal.
Setelah memasuki bulan keempat, saya dan suami memutuskan untuk mencoba melakukan pemeriksaan kandungan ke Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang dengan dokter tujuan tetap dr.Hary Tjahjanto, Sp.Og. K.Fer. Tujuan kami melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit yaitu agar data saya sudah terekam oleh RS yang bersangkutan, sehingga ketika saya melahirkan nanti, kami tidak usah mengurus pendaftaran pasien baru lagi.
Setelah melakukan kunjungan ke Rumah Sakit, ternyata RS menerima pasien BPJS, dari situlah kami mulai keppo terntang persyaratan, harga tambahan, dan lain sebagainya. Silahkan keppo kesana, semuanya ramah-ramah lho, Alhamdulillah.
Kemudian dibulan berikutnya saya dan suami mencoba menggunakan fasilitas BPJS tersebut, karena fasilitas yang kami punya ya hanya BPJS itu, hehe. Langkah pertama kami ke dokter keluarga, kami minta surat rujukan. Penjelasan dari dokter keluarga, kami mendapat informasi bahwa ibu hamil mendapatkan fasilitas dari BPJS untuk melakukan USG di Rumah Sakit selama 3 kali kepada dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Tipe C. Akan tetapi kami juga dipersyaratkan untuk melakukan pemeriksaan dan pencatatan kehamilan kami ke bidan yang bekerja sama dengan dokter keluarga. Lalu kami melakukan pemeriksaan kehamilan ke Bidan Yeni. Dari dokter keluarga kami juga mendapatkan rujukan untuk dapat memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan di Rumah Sakit Tipe C, yakni Rumah Sakit Hermina Pandanaran dengan dokter hary tjahyanto. Kami mendapatkan kesempatan USG tiga kali tiap trimester kehamilan.
Pemeriksaan melalui BPJS gratis, tanpa dipungut biaya apapun. Setelah masa akhir kehamilan, saya diharuskan untuk operasi. Kelas BPJS kami adalah kelas 1, dan karena kami naik ke kelas VIP, maka kami dikenakan biaya tambahan sebesar 5jt-an untuk ibu dan 2-jt an untuk bayi.
Semoga dapat sedikit memberikan gambaran. Terima Kasih.
Selasa, 26 September 2017
H A M I L
Setiap pasangan yang menikah, rata-rata mempunyai keinginan yang sama yakni di beri keturunan oleh Allah SWT. akan tetapi semua merupakan anugrah yang Allah SWT. berikan, kita sebagai Hamba-Nya hanya dapat berserah dan tawakkal.
Selepas menikah, kami termasuk dalam golongan pasangan yang tidak langsung dititipi keturunan oleh Allah SWT. perlu waktu 8 bulan hingga akhirnya ada sesosok makhluk kecil dirahim saya. Dalam waktu 8 bulan, saya banyak belajar dan berdoa kepada Allah SWT. Hingga mencoba merasakan, meresapi dan belajar (lagi) tentang perasaan.
Hingga kami paham (jangan bertanya, jangan bertanya dan jangan bertanya) pertanyaan-pertanyaan yang kiranya dapat menyakiti orang lain dalam sebuah proses. Karna kami paham, bahwa berproses itu tidak mudah, berproses itu tawakal, berusaha dan kembali lagi pada keputusan mutlak dari Allah SWT.
Sampai pada tanggal 22 Oktober 2017. menghadisi pernikahan asa, salah satu anggota "bida's" ngunduh mantu di Semarang. Ada perasaan lain, hari yang harusnya besok dapet, tapi kok belum ada tanda-tanda mau dapet? Habis itu mulai lebaaaay, kondangan pake flat shoes dan ngga mau lewat tangga. Haha.
Besok pagi subuhnya kok belum dapet juga, okee kita coba test pack dengan catatan pesan dari mas suamik "ngga boleh sedih lho kalau strip satu, haha, soalnya aku suka sedih gitu, tapi yang ini oke baiklah".
Alhamdulillah wa syukurilah strip 2 (walaupun ini masih samar banget), haruuuuu, mbrebes mili, aaaaaa gitu deh pokoknya, bersyukur. Eh tapi masih ragu-ragu donk, terus beli testpack lagi 3 biji donk. Alhamdulillah semua strip 2.
Apa yang kita lakukan habis itu? Langsung sepagi itu langsung cus ke dokter kandungan dr. Hary Tjahyanto, Sp. Og. K.Fer. (dulu mbak pas hamil sama dokter hary, trus aku ikut aja, hehe)
Terus apakah hasilnya?
Kami pikir uda ada dok bentuk bayi kayak difilm-film, tetapi heeey sodarah, haha, ngga secepet itu ya ternyata, hehe. Karna masih gasik banget periksa, jadi baru ada penebalan dinding rahim, 4 minggu lagi kami diminta untuk kontrol lagi.
4 minggu kemudian ..
kami ke dokter lagi dan kata dokter sudah ada bakal janin kecillllll banget kyk kecebong gitu ya kalau liat dari hasil foto USG nya, habis itu lebaaaaaay part 2 lagi donk, jadi hati2 banget kalu jalan, haha, naik motor super pelaaaaan, agak kaget rasanya, haha lucu juga sebenernya pas bayangin.
Masa hamil bulan pertama hingga bulan ketiga ..
Masih biasa-biasa aja, masih bisa nyetir mobil juga hehe, 3 bulan minum obat urogestan (penguat kandungan) efek obat ini bikin nguantuk dan lemes banget, minum obat jam 10 siang jam 4 sore uda rasa lemes gitu pengennya bobok.
Masa hamil bulan ke empat ..
Mulai mual, habis sikat gigi suka mual gitu, tapi buat makan yaaa masih bisa, cuma memang beda sih, ngga semudah biasanya kalau makan, suka yang asem-asem seger gitu hehe
Bulan ini mudik ke Bumiayu naik kereta api (perjalanan kurang lebih 4.5 jam) pas berangkat oke, pas pulang .. Badan demam, panas hingga 39 derajat celcius, ngga kita periksain karna kebetulan hari minggu, jadi habis sampai semarang minum sanmol (obat turun panas) dan banyak minum air putih Alhamdulillah sembuh.
Masa hamil bulan ke lima ..
Nafsu makan mulai berkurang, mulai sering mimisan, solat subuh mimisan, solat magrib mimisan, pulang kerja mimisan (Ferbruari dan Maret 2017) hampir setiap hari mimisan, periksa ke dokter kandungan dan periksa ke dokter spesialis THT jawabannya sama, efek hamil. Bulan Maret ini juga ditemukan adanya plasenta previa. Setelah ditemukan plasenta previa ini, aku tidak lagi berani nyetir sendiri, berharap agar aman dan plasenta dapat naik, Aamiin ya Allah.
Masa hamil bulan ke enam dan ke tujuh ..
Mimisan sudah mulai berlalu, lalu datanglah kaki kram, punggung sakit (dari awal hamil sebenarnya yang aku keluhkan adalah punggung yang sakit, entah kenapa, apalagi kalau habis tidur dari tempat yang keras). Hampi setiap malam kaki kram, kadang satu kaki, kadang dua-duanya, pernah juga kram sampai betis.
Dibulan ini pula, April 2017 ada kesedihan mendalam (Blog Adik)
Masa hamil bulan ke delapan ..
Semua sudah baik, palsenta sudah naik tidak lagi menutup jalan lahir, posisi janin sudah dibawah masuk panggul, akan tetapi air ketuban sedikit namun masih cukup. Kram kaki masih sering dan sakit punggung.
Memasuki puasa Ramadhan, tetap puasa selama dua minggu, ketika kontrol ke dokter ternyata air ketuban sudah ulai habis dan tali puas adek mulai ngrumpul jadi satu karna air ketuban sudah sedikit sekali. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan puasa dan mulai cuti bekerja 12 juni 2017. Kemudian kami kontrol lagi ke dokter tanggal 16 juni 2017 dan dokter mewajibkan agar adek harus segera lahir karna air ketuban sudah sangat sedikit. Setelah melakukan konsultasi dan pertimbangan akhirnya anak kami dilahirkan melalui operasi SC.
Proses operasi SC berlangsung singkat, kami pergi ke Rumah Sakit pagi jam 9, melakukan registrasi BPJS, mendapatkan kamar (kami memutuskan naik ke kamar VIP) karena Alhamdulillah supporter ku melahirkan sangat amat banyak, ada bapak ibu, kakak dan adik ibu (tante susi, kak arsel, pak dhe budhe gatot, bulik lily dan om) kakak adik sepupu bapak (budhe esti, budhe dwi, bulik adri, bulik watik, bulik eny dan semuanya bersama putra putranya), ada mama papa mas, ada mbak dan mas. Bayangkan betapa penuhnya itu ruang tunggu operasi rumah sakit, hehe, setelahnya bayangkan kalau aku ngga masuk VIP, penuh pasti.
Lanjut proses operasi SC, setelah dapat kamar, aku mulai disuruh puasa, tiduran cek darah, cek denyut jantung bayi dan ibu, cek kekuatan kontraksi dan pasang infus (ngga kebayang badanku disuntak suntik, selama ini sama jarum aja aku nangis pobia, tapi kali ini aku pasrah, takut pasti, tapi pengen liat adek segera, pengen semua sehat dan selamat, mengalahkan itu semua.
Jam 2 siang saya mulai masuk ruang transisi, ganti baju operasi, pembersihan oleh suster, lalu masuk ruang operasi. Pembicaraan dengan dokter, gimana bu? saya degdeg an dok, sama saya juga bu (padahal kayaknya ini doktere ngapusi dink, lha barenganku operasi aja ada 5 orang, pasti uda biasa banget kan pak dokternya, hehe).
Masuk ruang operasi saya disuntik anastesi di punggung, cek kaki, masih kerasa bu? ndak dok, kaki ku uda ndak berasa, yang ada rasa menggigil (aku kira karna ruang operasi dingin, tapi ternyata ini efek anastesi) sepanjang operasi dingin menggigil (dokter anastesinya baik, aku diselimuti ini itu, tadinya mau dibius lagi, tapi aku bilang, cukup dok, saya mau liat anak saya lahir).
Setelah melewatkan percakapan para dokter yang sambil operasi sambil ngobrol biar rileks, obrolan ringan mau buka puasa sama apa, trus pilih-pilih menu makanan, trus terdengar suara melengkiiiiiiiiiiiiiiing ... oeeee .. Alhamdulillah bu, laki-laki sehat lengkap. Legaaaaa ..
Operasi berjalan baik, masuk ruangan transisi lagi, Alhamdulillah IMD berjalan lancar juga, anak hebat anak soleh .. Mama dan Papa selalu doa yang terbaik untuk anakku Rasyid Hamza Primardhani.
Selepas menikah, kami termasuk dalam golongan pasangan yang tidak langsung dititipi keturunan oleh Allah SWT. perlu waktu 8 bulan hingga akhirnya ada sesosok makhluk kecil dirahim saya. Dalam waktu 8 bulan, saya banyak belajar dan berdoa kepada Allah SWT. Hingga mencoba merasakan, meresapi dan belajar (lagi) tentang perasaan.
Hingga kami paham (jangan bertanya, jangan bertanya dan jangan bertanya) pertanyaan-pertanyaan yang kiranya dapat menyakiti orang lain dalam sebuah proses. Karna kami paham, bahwa berproses itu tidak mudah, berproses itu tawakal, berusaha dan kembali lagi pada keputusan mutlak dari Allah SWT.
Sampai pada tanggal 22 Oktober 2017. menghadisi pernikahan asa, salah satu anggota "bida's" ngunduh mantu di Semarang. Ada perasaan lain, hari yang harusnya besok dapet, tapi kok belum ada tanda-tanda mau dapet? Habis itu mulai lebaaaay, kondangan pake flat shoes dan ngga mau lewat tangga. Haha.
Besok pagi subuhnya kok belum dapet juga, okee kita coba test pack dengan catatan pesan dari mas suamik "ngga boleh sedih lho kalau strip satu, haha, soalnya aku suka sedih gitu, tapi yang ini oke baiklah".
Alhamdulillah wa syukurilah strip 2 (walaupun ini masih samar banget), haruuuuu, mbrebes mili, aaaaaa gitu deh pokoknya, bersyukur. Eh tapi masih ragu-ragu donk, terus beli testpack lagi 3 biji donk. Alhamdulillah semua strip 2.
Apa yang kita lakukan habis itu? Langsung sepagi itu langsung cus ke dokter kandungan dr. Hary Tjahyanto, Sp. Og. K.Fer. (dulu mbak pas hamil sama dokter hary, trus aku ikut aja, hehe)
Terus apakah hasilnya?
Kami pikir uda ada dok bentuk bayi kayak difilm-film, tetapi heeey sodarah, haha, ngga secepet itu ya ternyata, hehe. Karna masih gasik banget periksa, jadi baru ada penebalan dinding rahim, 4 minggu lagi kami diminta untuk kontrol lagi.
4 minggu kemudian ..
kami ke dokter lagi dan kata dokter sudah ada bakal janin kecillllll banget kyk kecebong gitu ya kalau liat dari hasil foto USG nya, habis itu lebaaaaaay part 2 lagi donk, jadi hati2 banget kalu jalan, haha, naik motor super pelaaaaan, agak kaget rasanya, haha lucu juga sebenernya pas bayangin.
Masa hamil bulan pertama hingga bulan ketiga ..
Masih biasa-biasa aja, masih bisa nyetir mobil juga hehe, 3 bulan minum obat urogestan (penguat kandungan) efek obat ini bikin nguantuk dan lemes banget, minum obat jam 10 siang jam 4 sore uda rasa lemes gitu pengennya bobok.
Masa hamil bulan ke empat ..
Mulai mual, habis sikat gigi suka mual gitu, tapi buat makan yaaa masih bisa, cuma memang beda sih, ngga semudah biasanya kalau makan, suka yang asem-asem seger gitu hehe
Bulan ini mudik ke Bumiayu naik kereta api (perjalanan kurang lebih 4.5 jam) pas berangkat oke, pas pulang .. Badan demam, panas hingga 39 derajat celcius, ngga kita periksain karna kebetulan hari minggu, jadi habis sampai semarang minum sanmol (obat turun panas) dan banyak minum air putih Alhamdulillah sembuh.
Masa hamil bulan ke lima ..
Nafsu makan mulai berkurang, mulai sering mimisan, solat subuh mimisan, solat magrib mimisan, pulang kerja mimisan (Ferbruari dan Maret 2017) hampir setiap hari mimisan, periksa ke dokter kandungan dan periksa ke dokter spesialis THT jawabannya sama, efek hamil. Bulan Maret ini juga ditemukan adanya plasenta previa. Setelah ditemukan plasenta previa ini, aku tidak lagi berani nyetir sendiri, berharap agar aman dan plasenta dapat naik, Aamiin ya Allah.
Masa hamil bulan ke enam dan ke tujuh ..
Mimisan sudah mulai berlalu, lalu datanglah kaki kram, punggung sakit (dari awal hamil sebenarnya yang aku keluhkan adalah punggung yang sakit, entah kenapa, apalagi kalau habis tidur dari tempat yang keras). Hampi setiap malam kaki kram, kadang satu kaki, kadang dua-duanya, pernah juga kram sampai betis.
Dibulan ini pula, April 2017 ada kesedihan mendalam (Blog Adik)
Masa hamil bulan ke delapan ..
Semua sudah baik, palsenta sudah naik tidak lagi menutup jalan lahir, posisi janin sudah dibawah masuk panggul, akan tetapi air ketuban sedikit namun masih cukup. Kram kaki masih sering dan sakit punggung.
Memasuki puasa Ramadhan, tetap puasa selama dua minggu, ketika kontrol ke dokter ternyata air ketuban sudah ulai habis dan tali puas adek mulai ngrumpul jadi satu karna air ketuban sudah sedikit sekali. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan puasa dan mulai cuti bekerja 12 juni 2017. Kemudian kami kontrol lagi ke dokter tanggal 16 juni 2017 dan dokter mewajibkan agar adek harus segera lahir karna air ketuban sudah sangat sedikit. Setelah melakukan konsultasi dan pertimbangan akhirnya anak kami dilahirkan melalui operasi SC.
Proses operasi SC berlangsung singkat, kami pergi ke Rumah Sakit pagi jam 9, melakukan registrasi BPJS, mendapatkan kamar (kami memutuskan naik ke kamar VIP) karena Alhamdulillah supporter ku melahirkan sangat amat banyak, ada bapak ibu, kakak dan adik ibu (tante susi, kak arsel, pak dhe budhe gatot, bulik lily dan om) kakak adik sepupu bapak (budhe esti, budhe dwi, bulik adri, bulik watik, bulik eny dan semuanya bersama putra putranya), ada mama papa mas, ada mbak dan mas. Bayangkan betapa penuhnya itu ruang tunggu operasi rumah sakit, hehe, setelahnya bayangkan kalau aku ngga masuk VIP, penuh pasti.
Lanjut proses operasi SC, setelah dapat kamar, aku mulai disuruh puasa, tiduran cek darah, cek denyut jantung bayi dan ibu, cek kekuatan kontraksi dan pasang infus (ngga kebayang badanku disuntak suntik, selama ini sama jarum aja aku nangis pobia, tapi kali ini aku pasrah, takut pasti, tapi pengen liat adek segera, pengen semua sehat dan selamat, mengalahkan itu semua.
Jam 2 siang saya mulai masuk ruang transisi, ganti baju operasi, pembersihan oleh suster, lalu masuk ruang operasi. Pembicaraan dengan dokter, gimana bu? saya degdeg an dok, sama saya juga bu (padahal kayaknya ini doktere ngapusi dink, lha barenganku operasi aja ada 5 orang, pasti uda biasa banget kan pak dokternya, hehe).
Masuk ruang operasi saya disuntik anastesi di punggung, cek kaki, masih kerasa bu? ndak dok, kaki ku uda ndak berasa, yang ada rasa menggigil (aku kira karna ruang operasi dingin, tapi ternyata ini efek anastesi) sepanjang operasi dingin menggigil (dokter anastesinya baik, aku diselimuti ini itu, tadinya mau dibius lagi, tapi aku bilang, cukup dok, saya mau liat anak saya lahir).
Setelah melewatkan percakapan para dokter yang sambil operasi sambil ngobrol biar rileks, obrolan ringan mau buka puasa sama apa, trus pilih-pilih menu makanan, trus terdengar suara melengkiiiiiiiiiiiiiiing ... oeeee .. Alhamdulillah bu, laki-laki sehat lengkap. Legaaaaa ..
Operasi berjalan baik, masuk ruangan transisi lagi, Alhamdulillah IMD berjalan lancar juga, anak hebat anak soleh .. Mama dan Papa selalu doa yang terbaik untuk anakku Rasyid Hamza Primardhani.
ADIK
Menulis ini sangat berat bagiku, bahkan membayangkan untuk merangkai katanya pun sudah membuatku mataku basah .. Saat aku menulis ini, aku berharap engkau sudah bahagia dialam yang lain sana .. Aamiin.
Tujuan menulis ini adalah, agar kita semua dapat tahu, bahwa di dunia ini pernah hidup sosok kecil cantik mungil bernama Shabrina Abel Marthani, agar tetap ada jejak tentangmu sayang, kesayangan mba ada, kesayangan bapak, kesayangan ibu dan kesayangan kami semua. Insya Allah akan mba ada lanjutkan tulis tentangmu nanti ketika hati ini mulai siap, walau mba ada tau mba ada tak akan pernah siap .. Kesayangan kami.
Tujuan menulis ini adalah, agar kita semua dapat tahu, bahwa di dunia ini pernah hidup sosok kecil cantik mungil bernama Shabrina Abel Marthani, agar tetap ada jejak tentangmu sayang, kesayangan mba ada, kesayangan bapak, kesayangan ibu dan kesayangan kami semua. Insya Allah akan mba ada lanjutkan tulis tentangmu nanti ketika hati ini mulai siap, walau mba ada tau mba ada tak akan pernah siap .. Kesayangan kami.
Rabu, 13 September 2017
PELABUHAN ITU BERNAMA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
Ini adalah serentetan
cerita dari blog sebelumnya yang pernah saya tulis http://esadea.blogspot.co.id/2014/09/selemah-itukah-aku.html
. Dari situ berlanjutlah perjalanan karir saya, cieee karir .. haha. Kemudian
setelah kerja (kerjaan) yang cuma bertahan seminggu saja di Jakarta, akhirnya
saya pulang kampung ke Bumiayu dan ditawari seorang teman untuk bekerja di
Semarang. Kemudian saya coba pekerjaan tersebut, Interior Designer di sebuah
Konsultan Swasta di Semarang. 6 bulan bekerja kemudian saya sakit dan
membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Maka saya resign dan pulang
kembali ke Bumiayu, sambil masih menunggu pembukaan CPNS (lagi) ditahun 2014
dengan semangat yang masih besar. Tahun 2017 ini lagi rame nih pembukaan CPNS,
inilah yang menginspirasi saya menulis blog ini, supaya bisa sharing pengalaman
saya mengenai tahapan pendaftaran, proses seleksi, hingga berlabuh sebagai ASN
di Provinsi Jawa Tengah.
Setengah lupa kapan
tepatnya pendaftaran, saya googling lagi, dan ketemu disini http://bkd.jatengprov.go.id/new/article/view/256
1. Pengumuman lowongan formasi oleh instansi 18-29 Agustus
2014.
2. Pendaftaran CPNS secara melalui portal nasional di
alamat http://panselnas.menpan.go.id pada
20 Agustus-3 September 2014.
3. Pelaksanaan seleksi CPNS pada 8 September hingga selesai.
Jadi pendaftaran CPNS
pada tahun 2014 sangat berbeda dari tahun 2013. Jika di tahun 2013 kita bisa
mendaftar diberbagai instansi sekaligus, ditahun ini kita hanya bisa mendaftar
satu saja, hanya satu kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Pendaftaran online
kementerian/lembaga/pemerintah daerah semua dilakukan melalui satu pintu yakni http://panselnas.menpan.go.id. Setelah
mengalami diskusi dan pertapaan yang panjang, karena waktu itu banyak formasi
untuk arsitek diberbagai tempat dari mulai kementerian, provinsi,
kabupaten/kota maka jeng jeng jeng ... akhirnya keputusan pilihan saya
tambatkan pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena kebetulan pada waktu itu
ada 3 formasi untuk arsitek. Jumlah ini paling banyak dibanding kabupaten/kota
di jawa tengah yang biasanya hanya 1 atau 2 saja untuk formasi arsitek. Saya
agak ngeri kalau lowongannya cuma 1, entah kenapa, ngeri aja, hehe.
Tahapan Pendaftaran Online
Pertama saya melakukan
pendaftaran online melalui situs panselnas, kemudian mendapatkan nomer
pendaftaran secara online, setelah itu saya mengirimkan berkas pendaftaran melalui
pos ke pemerintah provinsi jawa tengah.
Tips dan Trik saat Tahapan Pendaftaran Online
Untuk teman – teman yang
akan mendaftar pastikan internet yang kalian gunakan memiliki jaringan yang
bagus, agar tidak terjadi eror pada saat pendaftaran online, karena ada pengalaman
saudara, dia ngga bisa dapet nomer pendaftaraan karena satu nomer ktp hanya
bisa sekali mendaftar, pada saat yang sama, internetnya kurang bagus, jadi
kayak ke lock gitu nomor ktp nya dia, nomer pendaftaran ngga bisa keluar,
padahal kartu pendaftaran online bakal dipake sampai kita daftar ulang jika
ketrima PNS nanti. Pastikan juga sebelum mendaftar mantapkanlah pilihan karna
kita ngga bisa ganti pilihan setelah kita sudah mencetak pendaftaran online.
Terkadang pula ada
Kementerian/Lembaga yang menampilkan berapa jumlah pelamar online yang sudah
mendaftar di Kementerian/Lembaga mereka dan itu di update setiap hari. Jadi
kita bisa memantau seberapa banyak pesaing kita.
Tips yang dapat disiasati
lagi adalah dengan lintas kementerian jurusan, begini maksud saya, jika
jurusanmu adalah Sarjana Hukum, adalah terlalu mainstream jika kamu mendaftar
di Kementerian Hukum dan HAM. Cobalah tengok di Kementerian lain, apakah butuh
Sarjana Hukum? Coba lihat lowongan di Kementerian ESDM misalnya, bisa jadi yang
daftar disana hanya satu dua. Ini sudah dialami oleh salah satu teman saya dan
berhasil.
Tahapan Pendaftaran Via Pos
Setelah kita mendaftar
melalui online dan mendapatkan nomer pendaftaran kita diharuskan mengirim
berkas-berkas melalui pos. Saya mengirimkan berkas ke BKD Provinsi Jawa Tengah.
Tips dan Trik saat Tahapan Pendaftaran Via Pos
Setelah berkas kita
dikirim, berkas akan diverifikasi oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Pada
tahapan ini, hanya peserta yang lolos verifikasi yang bisa test CAT ditahap
selanjutnya. Dari pengalaman saya, kita harus betul-betul teliti memperhatikan
berkas yang harus dikirim. Karena cukup banyak peserta yang gugur ditahap ini
hanya karna kesalahan-kesalahan kecil, misal dipersyaratan ditulis fotocopy
ijazah yang telah dilegalisir (jangan sampai mengirimkan scan ijazah legalisir, harus kirim sesuai syarat), dipersyaratan
ditulis lamaran harus ditulis tangan di tempel materai (harus ditulis tangan
dan diberi materai). Jangan sepelekan hal-hal kecil ya, pokoknya harus baca
dengan teliti dan patuhi.
Tahapan Test CAT
Setelah kita lolos seleksi
berkas di BKD. Setelah itu akan ada pengumuman waktu dan tempat kita untuk
melakukan test CAT. Pengumuman ini serentak dilakukan dalam satu instansi,
dalam hal ini saya mendapat pengumuman dari Pemprov Jateng dari BKD Pemprov
Jateng. Setelah itu saya datang ke lokasi pada waktu yang telah ditentukan oleh
BKD. Lokasi yang saya tuju yaitu kampus Udinus. Disana kami diberi pengarahan
sebentar mengenai gambaran test CAT yang akan dilaksanakan. Test CAT
berlangsung selama 90 menit dengan jumlah soal 100. Test terdiri dari soal Test
Wawasan Kebangsaan (TWK), Test Intelegensia Umum (TIU) dan Test Karakteristik
Pribadi (TKP). Setelah mendapat pengarahan, kami meuju tempat test yang telah
ditentukan. Disana terdapat komputer yang memiliki nomer meja sesuai dengan
nomor pendaftaran kita. Setelah kita duduk di depan komputer kita
masing-masing, kita dapat langsung memulai membuka aplikasi CAT dengan login
menggunakan nomor pendaftaran kita. Aplikasi CAT berisi soal yang dapat kita
operasionalkan dengan memilih salah salah satu jawaban soal pilihan ganda. Jika
kita merasa soal tersebut sulit, kita dapat meng-skip-nya dan mengulangi soal
tersebut nanti. Aplikasi CAT akan menutup secara otomatis ketika waktu telah
habis. Aplikasi ini juga dapat kita tutup sendiri jika kita telah selesai
mengerjakan sebelum waktu 90 menit habis. Setelah apllikasi menutup, langsung
muncul skor/jumlah nilai kita, tadaaaaa .. berasa kayak main kuis, haha.
Kemudian skor kita juga akan diprint langsung oleh panitia dan ditempel di
halaman lokasi test, sehingga kita bisa melihat pula skor pesaing kita yang
lain. Pada saat selesai test CAT skor yang saya dapat yakni 377. Adalah suatu
rekor baru saya bisa tembus diatas angka 350. Dalam perjalanan pulang naik
kereta saya banyak berdoa dan menenangkan diri. Sampai pada bulan Desember
pengumuman ditentukan dan Alhamdulillah saya lolos. Kebetulan waktu itu di
Pemprov Jateng hanya ada test CAT saja. Jadi kelulusan hanya ditentukan berdasarkan
urutan nilai tertinggi test CAT saja,tanpa ada akumulasi apapun.
![]() |
| Pengumuman CPNS Pemprov Jateng 2014 |
Tips dan Trik Tahapan Test CAT
Tipsnya yang pertama
yaitu belajar. Dari pengalaman gagal saya tahun 2013, saya belajar dari teman
saya yang berhasil. Apa yang mereka pelajari? Dari situ dapat saya simpulkan
bahwa semua teman saya yang berhasil tersebut HAPAL UUD 45. Ya, hapal. Bukan
hanya paham. Karena dari dari hapal, kita bisa paham bagaimana negara ini
bekerja, dan itu akan mempengaruhi kita menjawab soal TWK.
Tips selanjutnya yaitu
untuk mengahadapi TIU, saya screening
kelemahan saya, yaitu saya lupa rumus-rumus matematika dasar, misal merubah
gram ke ons atau rumus-rumus bangun ruang seperti rumus volume kerucut, maka
saya hapalkan rumus-rumus matematika dasar tersebut. Matematika asal hapal
rumusnya, soal akan berubah seperti apapun kita akan tau hasilnya. Saya mempelajari
pula perbandingan dan persamaan. Jadi kalian juga bisa screening kira-kira bagian matematika dasar mana yang kalian lupa.
Tips selanjutnya perhatikan
ambang batas minimal disetiap soal tersebut. Karena walaupun nilai kita tinggi,
akan tetapi jika salah satu nilai ambang diantara TWK, TIU dan TKP tidak
terpenuhi, maka hal ini bisa membuat kita gugur ketahap selanjutnya atau tidak
lulus test.
Tahap terakhir tawakkal. Apapun yang terjadi kita sudah berusaha, biarlah Allah yang menentukan.
Rabu, 07 Oktober 2015
AYAH saya tidak pernah terlambat
AYAH atau saya memanggilnya dengan sebutan bapak adalah sebuah kalimat yang menurut saya berarti tidak pernah terlambat. Beliau adalah sosok yang disiplin, terdepan, dan tidak pernah terlambat. Dalam banyak hal, beliau adalah sosok yang saya kagumi sebagai seorang ayah terbaik.
Ayah adalah guru terbaik
Ayah saya berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah Atas, menurut saya dibidang pendidikan pun beliau tetap tidak pernah terlambat. Bisa dibayangkan ketika saya menepuh pendidikan di dunia Arsitektur yang notabene sudah sangat berbeda jauh dengan apa yang beliau ajarkan, beliau masih dapat memberi saya masukan, pun ketika saya mengerjakan thesis untuk S2 saya, saya dapat berkonsultasi dan berdiskusi mengenai hal-hal pokok dalam thesis saya. Ketika adik saya masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi, saya amati adik saya pun seringkali berkonsultasi dengan beliau, mengenai pokok-pokok permasalah yang adik saya alami dibangku perkuliahan. Ini yang saya sebut sebagai, ayah saya tidak pernah terlambat.
Kekurangan Ayah
Mustahil manusia dilahirkan tanpa kekurangan, pun demikian dengan ayah saya yang menurut saya tidak pernah terlamnat dalam berbagai hal, kecuali mengurus pekerjaan rumah tangga (karna hanya ibu yang ahli mengenai hal ini), maka jangan coba meminta bantuan ayah saya untuk membuat indomie (karna ayah tidak tahu mana indomie rebus dan mana indomie kuah). Pun jangan harap bisa merasakan nasi yang ayah saya tanak, karna mungkin saja baru bisa matang jika sehari penuh (karna ayah tak paham betul apa fungsi tombol "cook" dan "warm".
Tapi bagi saya, Ayah saya adalah ayah terbaik, Ayah super dan Ayah yang tidak pernah terlambat :)
Ketika berjanji mengunjungi suatu acara
Hampir bisa dipastikan ayah saya tidak pernah terlambat menghadiri suatu acara, bahkan kerap kali menjadi orang yang pertama kali datang dibanding peserta yang lain.
Ketika mengikuti perkembangan teknologi
Usia ayah saya saat saya menulis cerita ini sudah lebih dari separuh abad, beliau adalah generasi yang lahir pada tahun 60an ketika teknologi belum seperti sekarang, akan tetapi beliau tidak "gaptek" seperti kebanyakan orang tua yang lain.
Ketika tahun 90an beliau sudah mulai mengenalkan saya pada teknologi komputer win 94, win 98, hingga sekarang XP, windows, 7, 8 serta perkembangannya hingga sekarang berupa laptop dan note book.
Printer yang berawal dengan isian pita karbon dengan bunyi yang akan membuat seluruh rumah tidak bisa tidur, haha, hingga printer bertinta dengan catridge atau dengan metode infused disertai dengan scaner dan fotokopi seperti sekarang ini.
Penyimpan data berupa disk dengan sepesar ukuran keramik 20x20, kemudian beralih ke disk kecil 10x10 dengan kapasitas hanya hitungan KB, kemudian beralih ke CD, falshdisk dengan kapasitas 128MB yang sangat kereeeeeeeen (dulu) dan sekarang sudah ada hardisk 1 TB.
Media komunikasi berupa internet melalui telkom 080989999 (kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali) telkomnet instaaan, sudah terpasang dirumah saya dan saya manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk melihat pengumuman penerimaan PTN di pagi subuh, kemudian ayah membeli alat kecil yang disebut modem, dan sekarang bisa lebih praktis dengan sebuah kartu chip telefon yang bisa digunakan untuk akses internet.
Handpone yang supeeeeer guedeeee dan hp seribu umat aka nokia 3315 ayah ku miliki pula, kemudian berkembang handpone aplikasi symbian, blackberry dan android, juga ayah saya miliki dan ikuti perkembangan teknologinya.
Terdepan dalam memanfaatkan media sosial
Tak lepas dari situ, ayah saya juga memanfaatkan dan terdepan dalam memanfaatkan aplikasi yang ditawarkan teknologi tersebut, beliau memiliki akun aku media sosial yang ada sebut saja diawali dengan kepemilikan akun email yahoo, blog, dan baru baru ini beliau juga mendaftar pada aplikasi facebook, twitter, instagram, blacberry messanger, whatsapp, etc. (mungkin line, snapchat, path, kakaotalk, belum, entah beliau tidak tertarik, atau sudah telampaui banyak aplikasi yang beliau miliki, hehe) menurut saya kepemilikan berbagai aplikasi tersebut saja sudah bisa saya sebut GAUL :B
Terdepan dalam bertransportasi dan menjelajah.
Mbak, kapan kamu terbang ke Singapura? minggu depan pak. Oiya, hari ini bapak ke Bali, besok bapak pulang naik pesawat. Terus 3 hari sebelum saya berangkat bapak cerita, gini nduk, jadi kalau kamu naik pesawat prosedurnya beli tiket, bisa di bandara atau bisa lewat online, nanti kamu check in, dan seterusnya (Jadi ntah ngga mau kalah sama putrinya, atau memang berniat mengajari putrinya naik pesawat, ayah saya memilih keluar dari rombongan teman-temannya dalam acara ke Bali, dan memilih naik transportasi udara sendiri untuk pertama kali, agar putrinya tau prosedur naik pesawat terbang. Hehe
Mbak, kapan kamu terbang ke Singapura? minggu depan pak. Oiya, hari ini bapak ke Bali, besok bapak pulang naik pesawat. Terus 3 hari sebelum saya berangkat bapak cerita, gini nduk, jadi kalau kamu naik pesawat prosedurnya beli tiket, bisa di bandara atau bisa lewat online, nanti kamu check in, dan seterusnya (Jadi ntah ngga mau kalah sama putrinya, atau memang berniat mengajari putrinya naik pesawat, ayah saya memilih keluar dari rombongan teman-temannya dalam acara ke Bali, dan memilih naik transportasi udara sendiri untuk pertama kali, agar putrinya tau prosedur naik pesawat terbang. Hehe
Ayah adalah guru terbaik
Ayah saya berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah Atas, menurut saya dibidang pendidikan pun beliau tetap tidak pernah terlambat. Bisa dibayangkan ketika saya menepuh pendidikan di dunia Arsitektur yang notabene sudah sangat berbeda jauh dengan apa yang beliau ajarkan, beliau masih dapat memberi saya masukan, pun ketika saya mengerjakan thesis untuk S2 saya, saya dapat berkonsultasi dan berdiskusi mengenai hal-hal pokok dalam thesis saya. Ketika adik saya masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi, saya amati adik saya pun seringkali berkonsultasi dengan beliau, mengenai pokok-pokok permasalah yang adik saya alami dibangku perkuliahan. Ini yang saya sebut sebagai, ayah saya tidak pernah terlambat.
Kekurangan Ayah
Mustahil manusia dilahirkan tanpa kekurangan, pun demikian dengan ayah saya yang menurut saya tidak pernah terlamnat dalam berbagai hal, kecuali mengurus pekerjaan rumah tangga (karna hanya ibu yang ahli mengenai hal ini), maka jangan coba meminta bantuan ayah saya untuk membuat indomie (karna ayah tidak tahu mana indomie rebus dan mana indomie kuah). Pun jangan harap bisa merasakan nasi yang ayah saya tanak, karna mungkin saja baru bisa matang jika sehari penuh (karna ayah tak paham betul apa fungsi tombol "cook" dan "warm".
Tapi bagi saya, Ayah saya adalah ayah terbaik, Ayah super dan Ayah yang tidak pernah terlambat :)
Selasa, 04 November 2014
MENIKAH
Episode : Generasi KB
Diusia saya dan teman - teman sebaya saat ini, mungkin adalah masa - masa "KEMAWIN", menurut salah satu teman (kemawin bersal dari kata dasar KAWIN, yang mendapat seselan huruf -m ditengah, bisa dikoreksi dibuku pepak bahasa jawa)
Usia saya sekarang menginjak 24 tahun, pun begitu dengan teman - teman sebaya saya, berkisar antara itu. Usia kami adalah usia dimana kami sudah lulus kuliah, sudah mencecap bagaimana rasanya mencari nafkah untuk diri sendiri dan sudah mulai memapankan hati untuk mencari seorang suami/istri.
Disadari atau tidak, kami adalah hasil didikan peralihan dari orangtua kami yang dilahirkan dengan banyak saudara (karena sepengetahuan saya, jaman kakek nenek saya dahulu program KB masih dalam tahap pengenalan). Dalam cerita ini, bukan KB yang ingin saya bahas, akan tetapi benang merah yang ada didalamnya. Dari generasi kakek nenek dan pendahulunya, lahirlah anak dengan jumlah saudara yang banyak, rata-rata dalam 1 keluarga memiliki lebih dari 5 orang anak.Didalamnya terdapat ayah dan ibu kita yang terbiasa memiliki banyak saudara. Kemudian setelah program KB berhasil, lahirlah kita dengan jumlah saudara yang sedikit, rata-rata dalam satu keluarga memiliki tidak 1-3 anak saja.
Lalu apa hubungan semua ini dengan KAWIN, MENIKAH, dan PERNIKAHAN?
Tentu saja hal ini berhubungan. Dampak yang terjadi pada generasi kita akan coba saya bahas satu persatu.
1. Orang tua kita terbiasa hidup mandiri, sedangkan kita terbiasa dimanjakan
Sejak kecil orangtua kita sudah terbiasa melakukan segala sesuatu secara mandiri, dari hal kecil seperti makan dan mandi sendiri ketika usianya masih terbilang dini, hingga mereka bisa bekerja dan menghidupi dirinya sendiri. Bahkan banyak dari orangtua kita yang terbiasa membantu orangtua mereka (red:kakek nenek) bekerja menjaga adik maupun membantu pekerjaan rumah tangga.
Sedangkan kita, terbiasa dimanjakan orangtua kita yang begitu rajinnya, terkadang karena saking dimanjanya, karena hanya mempunyai sedikit anak, sampai si anak tumbuh dewasa pun, untuk melayani kebutuhan sendiri, masih harus dimanja oleh ayah dan ibu, hal kecil seperti minum susu pun, masi dibikinkan (survai).
2. Orang tua kita terbiasa makan nasi berkat, sedangkan kita disuruh makan pun ogah
Percayakan kalian, jika orangtua kalian terbiasa hidup prihatin? kalian pasti sering mendengar orangtua kalian dahulu sering makan nasi "berkat" (nasi hajatan yang berisi lauk pauk, yang lebih banyak nasinya daripada lauknya, ditempatkan pada tempat ceting/piti), orangtua kalian dahulu pasti akan sangat senang menunggu nasi berkat dan berebut dengan saudara - saudara nya yang lain.
Sedangkan kita, pasti sekarang jika ada nasi berkat, hanya dibiarkan tergeletak di meja makan, malas memakannya, pilih lauk lain yang lebih enak dimeja makan, ada ayam, ada ikan, semua tersedia banyak.
Kita ogah-ogahan makan kalau lauknya tidak sesuai selera, pdahal orangtua kita dulu, mau makan apapun, asalkan mereka kenyang.
3. Orangtua kita terbiasa mengawali sesuatu dari nol, sedangkan kita terbiasa dari tengah, bahkan sudah diatas
Jaman orangtua kita, telah biasa berbagi, telah biasa merasakan bagaimana perjuangan, dengan rumah seadanya, dengan saudara mereka yang banyak, telah terbiasa dengan keadaan semacam itu. Sehingga, ketika mereka menikah, tanpa banyak khawatir mereka menikah. "sudahlah nok, ibu sama bapak menikah dulu juga dari nol, tidak punya apa - apa, hanya mengandalkan gaji bapakmu saja, toh Alhamdulillah hingga sekarang bapak dan ibu bisa seperti ini.
Menurutku sekarang tidak semudah itu, kita generasi yang terbiasa sudah ada, lalu bagaimana jika kita kemudian memulai sesuatu dari nol juga? tinggal dirumah kontrakan, berhemat demi membangun rumah, menurutku itu bukanlah sesuatu hal yang mudah.
4.Jaman orang tua kita dulu menikah belum ada gadget, sekarang gadget merupakan lifestyle
Hidup jaman dahulu lebih tenang mungkin, hal pokok hanya 3, SANDANG, PANGAN, PAPAN
Jaman kita, kita akan lebih susah, karena hal pokok kini sudah meningkat menjadi 4, yakni, GADGET, SANDANG, PANGAN, PAPAN. tidak bisa dipungkiri untuk pemenuhan gadget saja, kita butuh kocek yang tidak sedikit, coba kalian hitung sendiri, ya kan? dana yang dikeluarkan akan cukup fantastis. Dan ketika kita menikah, kita harus siap dengan semua kebutuhan tersebut.
5.Orangtua kita dulu terbiasa membantu, kita sekarang terbiasa ada pembantu
Teman, sadarkah kalian orangtua kita bisa melakukan segala hal secara mandiri, mulai dari memasak, mengurus rumah tangga, merawat anaknya yang masih kecil, misalpun ada hal yang orangtua kita ngga bisa, kita masih bisa diurus dengan baik oleh pembantu dirumah.
Pada generasi KB seperti kita, masihkah kita bisa mengandalkan pembantu? Menurut saya tidak, kenapa?
Karena pembantu sekarang adalah didikan generasi KB juga seperti kita. Pernah saya survai, anak - anak dari desa, bisakah kalian memasak? mengurus anak kecil? bersih - bersih? mencuci dan menyetrika? jawaban lebih banyak tidaknya dari pada bisa nya. Kemudian, jarang pula anak - anak desa yang mau menjadi pembantu rumah tangga, mereka pasti lebih memilih bekerja dipabrik, agar lebih keren jika diupload difacebook.
Demikian sharing dari saya, jadi menurut hemat saya, sebagai generasi KB, kita punya tanggung jawab yang besar ketika akan memutuskan untuk menikah, karena kita harus siap mental menghadapi tantangan perubahan zaman yang sedikit sudah saya sampaikan diatas, berjuanglah generasi KB, berpikirlah, belajarlah, mantapkanlah, kemudian yakinlah jika kita kelak bisa menjadi orang tua yang baik untuk generasi penerus sesudah kita.
Diusia saya dan teman - teman sebaya saat ini, mungkin adalah masa - masa "KEMAWIN", menurut salah satu teman (kemawin bersal dari kata dasar KAWIN, yang mendapat seselan huruf -m ditengah, bisa dikoreksi dibuku pepak bahasa jawa)
Usia saya sekarang menginjak 24 tahun, pun begitu dengan teman - teman sebaya saya, berkisar antara itu. Usia kami adalah usia dimana kami sudah lulus kuliah, sudah mencecap bagaimana rasanya mencari nafkah untuk diri sendiri dan sudah mulai memapankan hati untuk mencari seorang suami/istri.
Disadari atau tidak, kami adalah hasil didikan peralihan dari orangtua kami yang dilahirkan dengan banyak saudara (karena sepengetahuan saya, jaman kakek nenek saya dahulu program KB masih dalam tahap pengenalan). Dalam cerita ini, bukan KB yang ingin saya bahas, akan tetapi benang merah yang ada didalamnya. Dari generasi kakek nenek dan pendahulunya, lahirlah anak dengan jumlah saudara yang banyak, rata-rata dalam 1 keluarga memiliki lebih dari 5 orang anak.Didalamnya terdapat ayah dan ibu kita yang terbiasa memiliki banyak saudara. Kemudian setelah program KB berhasil, lahirlah kita dengan jumlah saudara yang sedikit, rata-rata dalam satu keluarga memiliki tidak 1-3 anak saja.
Lalu apa hubungan semua ini dengan KAWIN, MENIKAH, dan PERNIKAHAN?
Tentu saja hal ini berhubungan. Dampak yang terjadi pada generasi kita akan coba saya bahas satu persatu.
1. Orang tua kita terbiasa hidup mandiri, sedangkan kita terbiasa dimanjakan
Sejak kecil orangtua kita sudah terbiasa melakukan segala sesuatu secara mandiri, dari hal kecil seperti makan dan mandi sendiri ketika usianya masih terbilang dini, hingga mereka bisa bekerja dan menghidupi dirinya sendiri. Bahkan banyak dari orangtua kita yang terbiasa membantu orangtua mereka (red:kakek nenek) bekerja menjaga adik maupun membantu pekerjaan rumah tangga.
Sedangkan kita, terbiasa dimanjakan orangtua kita yang begitu rajinnya, terkadang karena saking dimanjanya, karena hanya mempunyai sedikit anak, sampai si anak tumbuh dewasa pun, untuk melayani kebutuhan sendiri, masih harus dimanja oleh ayah dan ibu, hal kecil seperti minum susu pun, masi dibikinkan (survai).
2. Orang tua kita terbiasa makan nasi berkat, sedangkan kita disuruh makan pun ogah
Percayakan kalian, jika orangtua kalian terbiasa hidup prihatin? kalian pasti sering mendengar orangtua kalian dahulu sering makan nasi "berkat" (nasi hajatan yang berisi lauk pauk, yang lebih banyak nasinya daripada lauknya, ditempatkan pada tempat ceting/piti), orangtua kalian dahulu pasti akan sangat senang menunggu nasi berkat dan berebut dengan saudara - saudara nya yang lain.
Sedangkan kita, pasti sekarang jika ada nasi berkat, hanya dibiarkan tergeletak di meja makan, malas memakannya, pilih lauk lain yang lebih enak dimeja makan, ada ayam, ada ikan, semua tersedia banyak.
Kita ogah-ogahan makan kalau lauknya tidak sesuai selera, pdahal orangtua kita dulu, mau makan apapun, asalkan mereka kenyang.
3. Orangtua kita terbiasa mengawali sesuatu dari nol, sedangkan kita terbiasa dari tengah, bahkan sudah diatas
Jaman orangtua kita, telah biasa berbagi, telah biasa merasakan bagaimana perjuangan, dengan rumah seadanya, dengan saudara mereka yang banyak, telah terbiasa dengan keadaan semacam itu. Sehingga, ketika mereka menikah, tanpa banyak khawatir mereka menikah. "sudahlah nok, ibu sama bapak menikah dulu juga dari nol, tidak punya apa - apa, hanya mengandalkan gaji bapakmu saja, toh Alhamdulillah hingga sekarang bapak dan ibu bisa seperti ini.
Menurutku sekarang tidak semudah itu, kita generasi yang terbiasa sudah ada, lalu bagaimana jika kita kemudian memulai sesuatu dari nol juga? tinggal dirumah kontrakan, berhemat demi membangun rumah, menurutku itu bukanlah sesuatu hal yang mudah.
4.Jaman orang tua kita dulu menikah belum ada gadget, sekarang gadget merupakan lifestyle
Hidup jaman dahulu lebih tenang mungkin, hal pokok hanya 3, SANDANG, PANGAN, PAPAN
Jaman kita, kita akan lebih susah, karena hal pokok kini sudah meningkat menjadi 4, yakni, GADGET, SANDANG, PANGAN, PAPAN. tidak bisa dipungkiri untuk pemenuhan gadget saja, kita butuh kocek yang tidak sedikit, coba kalian hitung sendiri, ya kan? dana yang dikeluarkan akan cukup fantastis. Dan ketika kita menikah, kita harus siap dengan semua kebutuhan tersebut.
5.Orangtua kita dulu terbiasa membantu, kita sekarang terbiasa ada pembantu
Teman, sadarkah kalian orangtua kita bisa melakukan segala hal secara mandiri, mulai dari memasak, mengurus rumah tangga, merawat anaknya yang masih kecil, misalpun ada hal yang orangtua kita ngga bisa, kita masih bisa diurus dengan baik oleh pembantu dirumah.
Pada generasi KB seperti kita, masihkah kita bisa mengandalkan pembantu? Menurut saya tidak, kenapa?
Karena pembantu sekarang adalah didikan generasi KB juga seperti kita. Pernah saya survai, anak - anak dari desa, bisakah kalian memasak? mengurus anak kecil? bersih - bersih? mencuci dan menyetrika? jawaban lebih banyak tidaknya dari pada bisa nya. Kemudian, jarang pula anak - anak desa yang mau menjadi pembantu rumah tangga, mereka pasti lebih memilih bekerja dipabrik, agar lebih keren jika diupload difacebook.
Demikian sharing dari saya, jadi menurut hemat saya, sebagai generasi KB, kita punya tanggung jawab yang besar ketika akan memutuskan untuk menikah, karena kita harus siap mental menghadapi tantangan perubahan zaman yang sedikit sudah saya sampaikan diatas, berjuanglah generasi KB, berpikirlah, belajarlah, mantapkanlah, kemudian yakinlah jika kita kelak bisa menjadi orang tua yang baik untuk generasi penerus sesudah kita.
Jumat, 12 September 2014
Selamat Ulang Tahun Ibu
Episode : Profesi
13 September 2014
Cerita ini hanya catatan yang ditulis seorang anak kepada
Ibundanya, setiap anak lain di dunia ini pasti akan punya banyak cerita tentang
ibu mereka, banyak, banyak sekali.
Seperti halnya saya, pada kesempatan ini saya ingin bercerita
mengenai ibu dari salah satu sisi, yakni profesi.
Ibu saya adalah seorang lulusan D3 Administrasi Keuangan
sebuah Universitas Negeri di Jawa Tengah, bekerja sebagai karyawati tata usaha
di sebuah SMA di sebuah kecamatan. Pekerjaan yang beliau jalani sederhana,
mengatur pembukuan sekolah, mencatat data siswa keluar masuk dalam buku induk
sekolah. Profesi itu terdengar sederhana, biasa. Akan tetapi diluar itu aku
sangat mengaguminya, profesi diluar itu sungguh luar biasa.
Apa yang beliau miliki sesungguhnya luar biasa, suatu ketika
saya membayangkan, Ibu pati akan lebih berkembang maju dan sukses apabila dulu
beliau kuliah di jurusan tata boga, seperti yang pernah beliau cita-citakan,
kemudian membuka usaha toko kue, catering, bahkan mungkin usaha restaurant, lalu
kenapa saya bisa berpikir demikian? Jawabannya adalah karena masakan ibu luar
biasa, beliau bisa memasak masakan apapun dan saya suka, segala macam jenis kue
basah kue kering kue ulang tahun, dan segala macam masakan jawa, hmm delicious.
Kemudian disaat yang lain ketika seragam merah putih saya
lepas kancing, ibu menjahitkan, ketika saya mengalami kesulitan dalam pelajaran
menjahit, ibu membantu menyelesaikan, suatu ketika saya butuh syal hangat, ibu
merajutkan, pada saat itu saya membayangkan, mungkin ibu saya akan lebih sukses
dalam karir jika beliau dulu kuliah tata busana, karena jahitan beliau rapi dan
halus, model yang beliau berikan dalam rajutannya pun sesuai dengan selera.
Di lain waktu, saya jatuh sakit, disaat itu ibu membawa saya
ke dokter, tapi tak lepas hanya dengan obat yang diberikan oleh dokter, di
rumah, ibu merawat saya melebihi bantuan dokter, memberi saya makanan yang
sesuai dengan kondisi penyakit saya, memberikan obat jalan, merawat dengan baik,
bertanya kesana kemari mengenai penyembuhan penyakit yang saya alami, menemani
hingga kondisi saya membaik dan sehat, Alhamdulillah. Kemudian saya berpikir
kembali, mengapa ibu dulu tidak kuliah di Jurusan Kesehatan saja? Ibu bisa jadi
ahli gizi, jadi bidan, atau bahkan jadi dokter, pasti ibu akan lebih berhasil.
Suatu ketika tumbuhlah saya menjadi seorang remaja,
mengalami masa galau (bahasa gaul anak muda jaman sekarang), ibu tau apa yang
saya rasakan, bertanya, mengajak bercerita, dan berbagi. Kemudian dengan
pendekatan tersebut, galauku menguap sudah, berganti dengan sebuah solusi baik
yang ibu tawarkan, dan wah pasti kalau ibu masuk jurusan bimbingan konseling
atau psikologi cocok sekali. Solusi yang ibu tawarkan ampuh dan jitu, Terima
Kasih Ibu.
Dan ketika kini, ketika saya tumbuh dewasa, me-refresh
kembali apa yang dahulu pernah saya pikirkan, Ibuku tersayang, sudah tepat
berada profesinya sekarang, karena dengan profesi sederhananya sekarang, ibu
mempunyai banyak waktu yang luang untuk kami, anak-anaknya, suaminya dan keluarganya.
Ibu dengan profesi sederhana diluar rumah, menjadi wanita
multiprofesi yang luarbiasa dimata kami. Ibu Tanti Kristanti, telah berhasil mendidik
dan membimbing kami dengan paket lengkap profesi yang dimilikinya, Terima Kasih
Ibu, Selamat Ulang Tahun ke 49, Semoga Allah selalu memberi kesehatan,
keselamatan, kebahagiaan dan umur yang barokah, Aamminn. I Love you bu
B A N J I R
Enam suku kata terdengar ringan, tetapi lokasi kali ini bukan di Jakarta, sekarang saya sudah berpindah posisi di Semarang.
Lima tahun saya berada di kota ini, kesan yang saya dapat adalah menyenangkan :), bergelut dengan dunia perkuliahan, survai kesana kemari, KKN, Tugas Akhir, Thesis, ah semua sudah terlampaui dengan indah.
Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Kota ini, semua orang bilang bahwa “Semarang banjir” bahkan ada lagu dengan lirik “Semarang kaline banjir”, toh kenyataannya tidak, lima tahun saya berada di kota ini, tak pernah saya ketemu banjir, 2008 hingga 2013, sungguh :D
Saya memang mendengar cerita itu, coba kalian ke Terboyo, ke Stasiun Tawang, ke Kota Lama, ini foto-fotonya, banjir lho disana, dan ketika saya ke tempat itu, kering, tak ada banjir.
Hingga 2014, Januari, ya, saat ini, saya baru tahu kalau cerita tentang banjir itu benar, sebulan tinggal di Genuk, daerah Semarang Utara, dua kali sudah saya rasakan banjir itu memang benar adanya, hujan sehari semalam, air naik 30 cm. Hujan 3 hari 2 malam, air sudah setinggi 60-70 cm. Itu di depan kost yang notabene jalannya sudah sedikit ditinggikan, daerah lain, ada lho yang lebih dalam, ada pula yang lebih dangkal. bervariasi.
Yang ingin saya ceritakan disini adalah kegigihan masyarakat yang ada mempertahankan wilayah mereka. Berdasarkan ilmu yang saya dapat dibangku kuliah, disebutkan bahwa daerah Semarang Utara, termasuk wilayah Genuk, Kaligawe, Kota Lama, sudah termasuk dalam zona merah yang setiap tahunnya mengalami penuruhan muka tanah sedalam 5 cm.
Tanah yang ada di kawasan ini juga sudah dinyatakan jenuh air, dimana ketika hujan turun air tanah sudah tidak dapat meresap lagi kedalam tanah, saya umpamakan tanah seperti spons yang sudah meresap banyak air, maka ketika dia mendapat tambahan air, maka tidak ada ruang lagi baginya untuk menyerap air tersebut.
Lalu kenapa? Apa yang seharusnya dilakukan?
Pertanyaan yang cukup menggelitik dibenak saya adalah disini terdapat sebuah Universitas swasta yang besar, mengapa Universitas ini masi bertahan? Bahkan melebarkan sayap, membangun Rumah Sakit besar dan ternama, membangun gedung Fakultas baru 8 lantai, padahal notabene mereka tau, setiap tahunnya mereka akan didatangi “tamu tahunan”.
Jika kalian melewati jalur ini, coba perhatikan, penunjuk jalan, jembatan, palang pintu kereta api, sudah memiliki tinggi yang tidak wajar, kini semua prasarana itu hanya terlihat separuh, karena setiap tahunnya, jalan yang ada ditinggikan agar air tidak masuk ke wilayah ini.
Kemudian saya berpikir, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk peninggian jalan ini, berapa banyak dana yang harus masyarakat keluarkan untuk meninggikan rumah mereka, saya sudah pernah melakukan survai dan wawancara dengan masyarakat yang ada di daerah Tambak Lorok, dekat dengan wilayah ini juga, salah seorang warga tersebut berkata “Biaya perawatan rumah disini itu mahal mba, setiap beberapa tahun sekali, saya harus meninggikan rumah saya agar tidak banjir”.
Bisa kalian bayangkan, jika setiap tahun muka tanah turun 5 cm, 10 tahun menjadi 50 cm, Padahal untuk hidup membangun keluarga, mempunyai anak, cucu, bahkan mungkin ada buyut, kita ambil rata-rata 50 tahun. Setidaknya untuk warga didaerah ini, jika mereka ingin rumah mereka terbebas dari banjir 50 tahun kedepan, rumah mereka harus setinggi 250 cm di atas permukaan tanah sekarang, itu sama dengan lantai 2 sebuah rumah, dan mungkin kita harus belajar seperti masyarakat tepian sungai di Kalimantan yang membuat rumah panggung, dengan bawah rumah kosong dan transportasi menggunakan perahu motor, bisa jadi ini menjadi daya tarik tersendiri, ketika kita melintasi Kota Lama, kita seperti ke Venicia
Lima tahun saya berada di kota ini, kesan yang saya dapat adalah menyenangkan :), bergelut dengan dunia perkuliahan, survai kesana kemari, KKN, Tugas Akhir, Thesis, ah semua sudah terlampaui dengan indah.
Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Kota ini, semua orang bilang bahwa “Semarang banjir” bahkan ada lagu dengan lirik “Semarang kaline banjir”, toh kenyataannya tidak, lima tahun saya berada di kota ini, tak pernah saya ketemu banjir, 2008 hingga 2013, sungguh :D
Saya memang mendengar cerita itu, coba kalian ke Terboyo, ke Stasiun Tawang, ke Kota Lama, ini foto-fotonya, banjir lho disana, dan ketika saya ke tempat itu, kering, tak ada banjir.
Hingga 2014, Januari, ya, saat ini, saya baru tahu kalau cerita tentang banjir itu benar, sebulan tinggal di Genuk, daerah Semarang Utara, dua kali sudah saya rasakan banjir itu memang benar adanya, hujan sehari semalam, air naik 30 cm. Hujan 3 hari 2 malam, air sudah setinggi 60-70 cm. Itu di depan kost yang notabene jalannya sudah sedikit ditinggikan, daerah lain, ada lho yang lebih dalam, ada pula yang lebih dangkal. bervariasi.
Yang ingin saya ceritakan disini adalah kegigihan masyarakat yang ada mempertahankan wilayah mereka. Berdasarkan ilmu yang saya dapat dibangku kuliah, disebutkan bahwa daerah Semarang Utara, termasuk wilayah Genuk, Kaligawe, Kota Lama, sudah termasuk dalam zona merah yang setiap tahunnya mengalami penuruhan muka tanah sedalam 5 cm.
Tanah yang ada di kawasan ini juga sudah dinyatakan jenuh air, dimana ketika hujan turun air tanah sudah tidak dapat meresap lagi kedalam tanah, saya umpamakan tanah seperti spons yang sudah meresap banyak air, maka ketika dia mendapat tambahan air, maka tidak ada ruang lagi baginya untuk menyerap air tersebut.
Lalu kenapa? Apa yang seharusnya dilakukan?
Pertanyaan yang cukup menggelitik dibenak saya adalah disini terdapat sebuah Universitas swasta yang besar, mengapa Universitas ini masi bertahan? Bahkan melebarkan sayap, membangun Rumah Sakit besar dan ternama, membangun gedung Fakultas baru 8 lantai, padahal notabene mereka tau, setiap tahunnya mereka akan didatangi “tamu tahunan”.
Jika kalian melewati jalur ini, coba perhatikan, penunjuk jalan, jembatan, palang pintu kereta api, sudah memiliki tinggi yang tidak wajar, kini semua prasarana itu hanya terlihat separuh, karena setiap tahunnya, jalan yang ada ditinggikan agar air tidak masuk ke wilayah ini.
Kemudian saya berpikir, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk peninggian jalan ini, berapa banyak dana yang harus masyarakat keluarkan untuk meninggikan rumah mereka, saya sudah pernah melakukan survai dan wawancara dengan masyarakat yang ada di daerah Tambak Lorok, dekat dengan wilayah ini juga, salah seorang warga tersebut berkata “Biaya perawatan rumah disini itu mahal mba, setiap beberapa tahun sekali, saya harus meninggikan rumah saya agar tidak banjir”.
Bisa kalian bayangkan, jika setiap tahun muka tanah turun 5 cm, 10 tahun menjadi 50 cm, Padahal untuk hidup membangun keluarga, mempunyai anak, cucu, bahkan mungkin ada buyut, kita ambil rata-rata 50 tahun. Setidaknya untuk warga didaerah ini, jika mereka ingin rumah mereka terbebas dari banjir 50 tahun kedepan, rumah mereka harus setinggi 250 cm di atas permukaan tanah sekarang, itu sama dengan lantai 2 sebuah rumah, dan mungkin kita harus belajar seperti masyarakat tepian sungai di Kalimantan yang membuat rumah panggung, dengan bawah rumah kosong dan transportasi menggunakan perahu motor, bisa jadi ini menjadi daya tarik tersendiri, ketika kita melintasi Kota Lama, kita seperti ke Venicia
J A K A R T A
Desember 2013
Menurutku, kalian pasti sudah tidak asing mendengar kata Jakarta, Ibukota negara Indonesia, yang katanya kejam seperti ibu tiri.
Taukah kawan? Awalnya aku tidak mengindahkan kata-kata ini, aku sudah terlalu senang diterima disalah satu perusahaan swasta di Ibukota, walaupun bukan BUMN, bukan PNS, setidaknya ini dapat menjadi batu loncatanku, tapi ternyata tidak.
Beruntung aku punya om yang baik hati, adik kandung ibukku, membantuku untuk dapat bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta. Dan beruntungnya lokasi kantor dekat dengan kantor BUMN teman terbaikku, jadi kita bisa kos deketan (berharap satu kosan, tapi ngga bisa, karna kos temanku sudah penuh)
Dari sana, petualangan seminggu ku dimulai ..
Hari pertama, menempati kos baru, tempat kerja baru .. Masa perkenalan dengan Jakarta tidak mulus teman.
Kos baru, ketika masuk kos baru, kita sudah dimulai dengan pembayaran, sungguh ini berbeda dengan didesa dan dikota lain di Indonesia, disini semua seperti berkata, UANG, UANG, UANG, semua berorientasi pada MATERI, dimana, kalau bawa ini itu harus tambah bayar ini itu. disini sudah tidak ada lagi kekeluargaan, tenggang rasa, sebagaimana prinsip manusia hidup, bertetangga, kebaikan bergaul dengan sesama, sikap gotong royong, tolong menolong, disini semua sudah tegadai dengan MATERI. sedih aku merasakannya.
Kemudian masuk ke tempat kerja baru, hujan sepulang kerja, pukul 7 malam di Jakarta masih seperti pukul 2 siang didesa, atau pukul 5 sore di Kota lain di Indonesia
Penuh, Sesak, Macet
Walalupun aku hanya berjalan kaki, aku merasakan kepenatan itu, menyabrang, aku hampir saja tertabrak, lalu aku berjalan dengan tertib di trotoar. Kaget aku melihat, motor-motor itu masuk ke trotoar dengan kecepatan tinggi, tidak mau mengalah pada pejalan kaki, padahal trotoar itu hak pejalan kaki, sekali lagi aku tegaskan TROTOAR ITU HAK PEJALAN KAKI.
Tapi kita bisa melawan, mau kita kecam sekeras atau selembut apapun, itu akan menjadi sesuatu negatif yang dapat menjadi bom, jadi pilihan itu jatuh pada diam. Tapi diam itupun tidak menjadi benar disana
Kata siapa ibukota orangnya individu? kata siapa? ya mungkin individu dalam masalah materi, dalam masalah gotong royong, tapi toh kau jalan kaki pun, mengenakan baju tertutup, berjalan sopan, kau tetap akan dipanggil2 digoda, itu kerisihanku kedua MORAL, KESOPANAN, taukah kalian mengenai arti kata itu?
. JAKARTA HARI KEDUA .
Aku memberanikan diri, berangkat ke kantor
lewat jalan alternatif, jalan kecil melalui jalan pemukiman, tidak suka
aku melihat hiruk pikuknya kendaraan .. Tapi disisi itu, apa yang
kudapat, sebuah keprihatinan .. Jalan itu kurang lebih dua meter, akan
tetapi sudah beralih fungsi, satu meternya sudah dimanfaatkan pedagang
kaki lima untuk berjualan .. disampingnya ada selokan, menggenang,
hitam, berbau tidak sedap .. dari sini aku tangkap, hilanglah sudah
KEBERSIHAN .. mungkin dari luar tampak gedung berjejer dikota ini, akan
tetapi didalamnya kau lihat, rumah-rumah kecil petak itu berderet,
dengan jalan-jalan kecil, dengan selokan yang hitam dan bau .. Lalu kau
pasti akan bilang, kau salah cari kos mungkin, kau mungkin kos di daerah
kumuh, menurutku tidak, aku berada di area ring satu, disamping kantor
walikota, didekat kantor pemerintahan, bahkan sangat dekat dengan
landmark kota ini, monas.
Makan siang, salah seorang teman kantor mengajakku untuk pergi makan siang diluar, dikompleks pujasera didekat salah satu kementrian, disana banyak aku jumpai ibu-ibu, bapak-bapak berpakaian PNS yang juga membeli makan siang.
Pujasera itu ramai, ditemani rintik hujan, sekeliling air menggenang, diatapi tenda, orang-orang disana makan dengan lahapnya, aku .. entah kenapa merasa risih, ada beberapa orang yang asyik menyantap bakso dengan kuah yang bertambah, bertambah air hujan yang ku maksud, karena, tenda itu tak dapat menebas seluruhnya air hujan, terkadang cipratannya masuk. botol-botol saus dengan pewarna merah pekat, masuk ke mangkok mereka .. seketika aku ingat acara televisi yang menayangkan investigasi makanan-makanan di Jakarta. Dan seketika itu nafsu makanku hilang .. MAKANAN DI KOTA INI MULAI TIDAK SEHAT.
Disela-sela makan siang itu, salah satu teman bertanya, “kamu lulusan mana?”, owh kamu lulusan PTN?, kenapa kerja di swasta?, lalu pertanyaan lain muncul, “kamu asli mana?, loh kamu dari daerah, kenapa kamu pilih Jakarta?”. Peranyaan itu membuatku bertanya lagi pada diriku .. Kenapa berani aku pilih Jakarta untuk sebuah pekerjaan swasta?
Mungkin jika pekerjaan ini merupakan pegawai negeri, akan aku perjuangkan dimanapun diseluruh Jawa (karna itu merupakan cita-cita sejak jaman purba) jikalau ini swasta, lalu mengapa? Hatiku mulai bimbang, kemudian diam
Perjuangan hari ini tak sampai disitu, pulang kerja, aku masih harus melalui jalan itu, terpaksa, dengan ditemani gerimis kecil, sehabis hujan yang cukup deras tadi, tapi aku tidak mencium bau sedap tanah selepas hujan, hanya bau got yang membuatku mual, tidak ada udara sejuk dingin yang aku rasa, sehabis hujanpun, tetap masih panas.
Selepas sampai kos, aku merasa sesak, entah kenapa, aku rasa di kota ini oksigen semakin menipis, coba kau bayangkan saja, berapa banyak orang yang tinggal di kota itu, semuanya bernafas menghirup oksigen, lalu kau bandingkan, berapa banyak pohon dan tumbuhan disana yang dapat menyerap karbondioksida mu, lalu melalui proses fotosintesis pada siang hari, mengubahnya menjadi oksigen. Belum lagi pencemaran udara dari kendaraan bermotor, outdoor AC gedung-gedung perkantoran, pernahkan kau berpikir tentang hal itu? OKSIGEN KOTA INI HAMPIR HABIS.
Makan siang, salah seorang teman kantor mengajakku untuk pergi makan siang diluar, dikompleks pujasera didekat salah satu kementrian, disana banyak aku jumpai ibu-ibu, bapak-bapak berpakaian PNS yang juga membeli makan siang.
Pujasera itu ramai, ditemani rintik hujan, sekeliling air menggenang, diatapi tenda, orang-orang disana makan dengan lahapnya, aku .. entah kenapa merasa risih, ada beberapa orang yang asyik menyantap bakso dengan kuah yang bertambah, bertambah air hujan yang ku maksud, karena, tenda itu tak dapat menebas seluruhnya air hujan, terkadang cipratannya masuk. botol-botol saus dengan pewarna merah pekat, masuk ke mangkok mereka .. seketika aku ingat acara televisi yang menayangkan investigasi makanan-makanan di Jakarta. Dan seketika itu nafsu makanku hilang .. MAKANAN DI KOTA INI MULAI TIDAK SEHAT.
Disela-sela makan siang itu, salah satu teman bertanya, “kamu lulusan mana?”, owh kamu lulusan PTN?, kenapa kerja di swasta?, lalu pertanyaan lain muncul, “kamu asli mana?, loh kamu dari daerah, kenapa kamu pilih Jakarta?”. Peranyaan itu membuatku bertanya lagi pada diriku .. Kenapa berani aku pilih Jakarta untuk sebuah pekerjaan swasta?
Mungkin jika pekerjaan ini merupakan pegawai negeri, akan aku perjuangkan dimanapun diseluruh Jawa (karna itu merupakan cita-cita sejak jaman purba) jikalau ini swasta, lalu mengapa? Hatiku mulai bimbang, kemudian diam
Perjuangan hari ini tak sampai disitu, pulang kerja, aku masih harus melalui jalan itu, terpaksa, dengan ditemani gerimis kecil, sehabis hujan yang cukup deras tadi, tapi aku tidak mencium bau sedap tanah selepas hujan, hanya bau got yang membuatku mual, tidak ada udara sejuk dingin yang aku rasa, sehabis hujanpun, tetap masih panas.
Selepas sampai kos, aku merasa sesak, entah kenapa, aku rasa di kota ini oksigen semakin menipis, coba kau bayangkan saja, berapa banyak orang yang tinggal di kota itu, semuanya bernafas menghirup oksigen, lalu kau bandingkan, berapa banyak pohon dan tumbuhan disana yang dapat menyerap karbondioksida mu, lalu melalui proses fotosintesis pada siang hari, mengubahnya menjadi oksigen. Belum lagi pencemaran udara dari kendaraan bermotor, outdoor AC gedung-gedung perkantoran, pernahkan kau berpikir tentang hal itu? OKSIGEN KOTA INI HAMPIR HABIS.
. JAKARTA HARI KETIGA .
Hari ketiga ..
Hari ini aku terpaksa izin tidak berangkat kekantor, karna harus mengikuti test tahap 3 CPNS salah satu kementrian. Aku tidak tau menahu kota ini, aku hanya mengikuti teman kosku kemana dia pergi, kebetulan dia mengikuti test yang sama di Kementrian yang sama denganku .. test jam 8, aku harus berangkat dari kost jam 6 kurang, padahal jarak yang akan kami tempuh hanya 5 km, jika kita bandingkan dengan di daerah ataupun di kota lain, jarak 5 km itu bisa kita tempuh hanya dengan waktu kurang dari 10 menit dengan kecepatan rata2 40 km/jam, sedangkan disini, kita harus mempersiapkan 2 jam sebelumnya hanya untuk jarak 5 km. WAKTU TERBUANG DI JALAN.
Pulang dari test, aku mengikuti temanku belanja disalah satu tempat perbelanjaan, dari semua yang aku ceritakan negatif di atas, mungkin hanya ini positifnya, sandang/pakaian disini cukup murah dengan model yang lebih baru dan beragam dibanding daerah lain atau di desa. Disini kami makan disalah satu restaurant cepat saji, lagi-lagi entah kenapa makanan ini tidak bisa dinikmati lidahku dengan gampang, karna aku masih berpikir, makanan cepat saji? mungkinkah ini akan aku konsumsi sering untuk menghindari makanan yang aku anggap kotor dan tidak sehat, bukankah makanan cepat sajipun sama tidak bagusnya? Dengan harga yang tidak bagus juga untuk kantong pegawai baru sepertiku.
Hari ini aku terpaksa izin tidak berangkat kekantor, karna harus mengikuti test tahap 3 CPNS salah satu kementrian. Aku tidak tau menahu kota ini, aku hanya mengikuti teman kosku kemana dia pergi, kebetulan dia mengikuti test yang sama di Kementrian yang sama denganku .. test jam 8, aku harus berangkat dari kost jam 6 kurang, padahal jarak yang akan kami tempuh hanya 5 km, jika kita bandingkan dengan di daerah ataupun di kota lain, jarak 5 km itu bisa kita tempuh hanya dengan waktu kurang dari 10 menit dengan kecepatan rata2 40 km/jam, sedangkan disini, kita harus mempersiapkan 2 jam sebelumnya hanya untuk jarak 5 km. WAKTU TERBUANG DI JALAN.
Pulang dari test, aku mengikuti temanku belanja disalah satu tempat perbelanjaan, dari semua yang aku ceritakan negatif di atas, mungkin hanya ini positifnya, sandang/pakaian disini cukup murah dengan model yang lebih baru dan beragam dibanding daerah lain atau di desa. Disini kami makan disalah satu restaurant cepat saji, lagi-lagi entah kenapa makanan ini tidak bisa dinikmati lidahku dengan gampang, karna aku masih berpikir, makanan cepat saji? mungkinkah ini akan aku konsumsi sering untuk menghindari makanan yang aku anggap kotor dan tidak sehat, bukankah makanan cepat sajipun sama tidak bagusnya? Dengan harga yang tidak bagus juga untuk kantong pegawai baru sepertiku.
. JAKARTA HARI KEEMPAT .
Hari ini aku terpaksa masuk setengah hari,
karna aku harus mengikuti test tahap 3 di Kementrian lain .. aku tak tau
daerah yang aku tuju sebelah mana, seberapa jauh dari tempat ku
tinggal, akhirnya keputusan jatuh pada taksi. Pagi-pagi sebelum pukul 6,
kami sudah berkemas, menggunakan taksi, kurang lebih perjalanan kami 20
menit dengan jarak 12 km (pada gps yang aku punya). Perjalanan
berangkat itu lancar.
Aku mengerjakan test dan selesai lebih awal, pukul stengah 11, aku berharap aku dapat kembali ke kantor dengan cepat, tapi malangnya, aku tak tau bagaimana cara memesan taksi disini, puluhan taksi aku stop di depan lokasi test yang aku ikuti, aku coba hubungi nomer taksi, hingga aku ketuk pintu taksi yang berhenti, hasilnya NIHIL.
Hingga setengah 12, aku mulai putus asa, untunglah ada seorang teman yang mau menolongku, dia sudah hampir setaun tinggal di kota ini. Aku meminta bantuannya untuk memesankanku taksi. setelah dua kali meminta armada, sejam kemudian baru taksi yang aku pesan datang, itupun dengan berlari dan terburu-buru. 40 menit perjalanan menuju kantor, 2 kali lipat waktu dari perjalanan berangkat. Ah, kota ini mulai membuatku stress.
Sesampainya di kantor, teman kantor mengajakku untuk makan siang, tapi ajakan itu aku tolak, aku lebih memilih membuat mie instant cup dikantor, toh aku pikir, sama-sama tidak sehatnya, jadi, yasudahlah.
Aku mengerjakan test dan selesai lebih awal, pukul stengah 11, aku berharap aku dapat kembali ke kantor dengan cepat, tapi malangnya, aku tak tau bagaimana cara memesan taksi disini, puluhan taksi aku stop di depan lokasi test yang aku ikuti, aku coba hubungi nomer taksi, hingga aku ketuk pintu taksi yang berhenti, hasilnya NIHIL.
Hingga setengah 12, aku mulai putus asa, untunglah ada seorang teman yang mau menolongku, dia sudah hampir setaun tinggal di kota ini. Aku meminta bantuannya untuk memesankanku taksi. setelah dua kali meminta armada, sejam kemudian baru taksi yang aku pesan datang, itupun dengan berlari dan terburu-buru. 40 menit perjalanan menuju kantor, 2 kali lipat waktu dari perjalanan berangkat. Ah, kota ini mulai membuatku stress.
Sesampainya di kantor, teman kantor mengajakku untuk makan siang, tapi ajakan itu aku tolak, aku lebih memilih membuat mie instant cup dikantor, toh aku pikir, sama-sama tidak sehatnya, jadi, yasudahlah.
. JAKARTA HARI KELIMA .
Setiap malam setelah pulang kerja,
pikiran-pikiran itu menghantui otakku, berdesing, membuatku susah tidur,
jakarta yang panas terasa semakin panas, jakarta yang sudah sesak, aku
rasa semakin sesak .. 2 orang teman malam ini menginap, diam-diam (karna
kalian tau betapa matre nya kota ini, jika ketauan ada yang menginap,
bakal kena carger), sungguh realitas yang amat berbeda ketika kalian
kost di kota lain, dimana kalian masih bisa merasa INDONESIA, dimana
masi ada tolerasi, gotong royong dan saling tolong menolong.
Pembicaraan kami bertiga malam ini mungkin lebih cenderung ke arah keluhan .. aku lelah sekali “….” salah seorang teman mengeluh, kamu bisa bertahan? dengan kondisi seperti ini? Kalau aku ngga mau kalau cuma kerja swasta disini, aku maunya kalau kerja disini ya jadi PNS.
Celetuk temanku itu semakin meyakinkanku, apa yang aku cari selama ini? Apa yang aku cari di kota ini? pengalaman? kenapa tidak aku cari di kota lain saja? di kota yang lebih bersahabat?
Pembicaraan kami bertiga malam ini mungkin lebih cenderung ke arah keluhan .. aku lelah sekali “….” salah seorang teman mengeluh, kamu bisa bertahan? dengan kondisi seperti ini? Kalau aku ngga mau kalau cuma kerja swasta disini, aku maunya kalau kerja disini ya jadi PNS.
Celetuk temanku itu semakin meyakinkanku, apa yang aku cari selama ini? Apa yang aku cari di kota ini? pengalaman? kenapa tidak aku cari di kota lain saja? di kota yang lebih bersahabat?
. JAKARTA HARI KEENAM .
Say good bye to Jakarta ...
Dengan
langkah gontai, memaksa masuk, menyusuri jalanan yang padat, dengan
pikiran yang penuh, izin dari orang tua sudah dikantongi, menetapkan
hati, memang seharusnya saya resign, saya sudah tidak ingin membebani
kota yang sudah penuh beban ini .. jika memang untuk bekerja disebuah
perusahaan swasta, saya lebih memilih untuk mencari di kota lain saja.
Tanpa berpikir panjang lagi, surat resign itu saya ajukan, saya pikir,
lebih cepat lebih baik, sebelum ada tanggung jawab yang saya emban,
sebelum banyak pekerjaan, sebelum semua terlanjur menjadi semakin rumit.
Saya tidak tahu berapa banyak orang yang merasakan apa yang saya rasakan dan saya tidak tahu berapa banyak orang juga yang berkebalikan dengan yang saya rasakan. Karena mata uang pasti punya dua sisi bukan? seperti semua yang ada di alam semesta ini, ada sisi yang berbeda agar semua tetap seimbang. boleh jadi kalian punya kisah yang lain.
Dan semoga ini bisa menjadi pelajaran, janganlah mudah mengambil suatu tindakan dan sikap, tunggulah sejenak sampai kamu benar-benar yakin kamu akan dapat menerima semua konsekuensinya.
Saya tidak tahu berapa banyak orang yang merasakan apa yang saya rasakan dan saya tidak tahu berapa banyak orang juga yang berkebalikan dengan yang saya rasakan. Karena mata uang pasti punya dua sisi bukan? seperti semua yang ada di alam semesta ini, ada sisi yang berbeda agar semua tetap seimbang. boleh jadi kalian punya kisah yang lain.
Dan semoga ini bisa menjadi pelajaran, janganlah mudah mengambil suatu tindakan dan sikap, tunggulah sejenak sampai kamu benar-benar yakin kamu akan dapat menerima semua konsekuensinya.
Selemah itukah aku?
31 Desember 2013 #latepost
Aku tak tau harus memulai dari mana cerita ini. Aku seorang freshgraduate, yang memiliki dua gelar sekaligus, sarjana dan master of engineering disalah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.
Aku bersyukur bisa mendapatkan dua gelar itu sekaligus, mempunyai kesempatan beasiswa untuk dapat melanjutkan study tingkat masterku ketika aku masih kuliah sarjana, dan full scholarship DIKTI. Menjadi lulusan, dengan IPK terbaik kedua pada tingkat master, dengan Indeks Prestasi Komulatif hampir sempurna.
Apakah itu membanggakan?
Aku bersyukur dengan apa yang telah aku raih, pencapaian yang berhasil aku peroleh.
Akan tetapi, setiap hal mempunyai dua sisi, positif dan negative. Dan sisi negativenya adalah aku menjadi terlalu selektif dalam memilih pekerjaan, hingga saat ini, 8 bulan sejak aku siding akhir dan dinyatakan menjadi seorang magister, aku masih belum menemukan jodoh pekerjaanku.
Ini bukan masalah aku tidak berusaha, aku berusaha semampu dan sekuat yang aku bisa. Dari ikut jobfair, apply via pos maupun online, hingga datang langsung ke tempat yang aku tuju. Dari sana, ada yang tidak mengindahkan lamaranku, ada yang lolos berkas administrasi, mengikuti test, lolos tahap awal, tahap berikutnya, tapi NIHIL dihasil akhir. Kata GAGAL kini menjadi kata yang biasa, tapi benarkah biasa?
Aku mendaftar pekerjaan di perusahaan-perusahaan BUMN yang aku inginkan, dan mendaftar di berbagai Kementrian serta Provinsi untuk dapat menjadi PNS (cita-cita yang aku impikan sejak jaman purba*kata salah seorang teman dekatku).
Kota-kota di Jawa aku jelajahi secara mandiri, dari Barat, Ibukota Jakarta, ke tengah Semarang dan Jogjakarta, hingga ke Timur, Surabaya, Kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tidak hanya sekali, bahkan terkadang aku harus bolak balik ke beberapa kota yang berbeda di minggu yang sama. Dalam benakku, inilah perjuangan.
Mendaftar CPNS di 8 tempat, lolos administrasi 5 tempat, mengikuti test di 4 tempat, lolos ditahap selanjutnya 2 tempat, hingga pada hasil akhir 0 tempat.
Mendaftar BUMN di beberapa tempat, lolos tahap 1, tahap 2, tahap 3, lalu
Gagal di tahap akhir, kadang sudah gagal ditahap awal. Beberapa orang temanku sudah berhasil duduk di BUMN ternama yang mereka inginkan. Aku bangga pada mereka.
Ketika pengumuman pertama di salah satu Kementrian, 3 0rang temanku lolos menjadi PNS, aku bangga, aku ikut senang dengan keberhasilan yang mereka peroleh. Dengan tulus dan bangga aku ucapkan kata selamat pada mereka. Diluar dugaanku, mereka malah memikirkan perasaanku, balik menyemangatiku, memberikan kata-kata bijak, aku terharu.
Tak sampai disitu, teman baikku saat kuliah, teman terbaik, mengirimku sebuah pesan, dia memang saat ini sudah bekerja disalah satu BUMN ternama di negeri ini. Aku bangga pula padanya, sangat bangga.
“….:red(menyebut namaku)”
“Jangan bersedih yaaaa …”
“Aku yakin Allah punya rencana lebiiih .. lebiiiih .. indah buat kamuuuu”
“Kayak kisah dua teman baik kita ..”
“Dulu aku heran .. orang sebaik dia kenapa terhambat di pekerjaan .. “
“Tapi ternyata Allah punya great plan buat dia”
“Begitu juga teman baik kita yang lain”
“Ternyata dengan dia tahan kerja di Kota ini”
“Dia bisa nikah lebih cepet”
“Allah pasti juga punya great plan buat kamu”
“I believe J”
“Semangat cantiiiiiiiiiik”
Seketika air mataku menetes, haru, aku harus banyak bersyukur, disekelilingku, masih banyak teman-teman, sahabat-sahabat yang menyayangiku ..
Saat itu, pikiranku tertuju, pada salah seorang teman, yang baik, yang seperjuangan, yang memiliki riwayat pendidikan sama, jobseekers yang sama, bahkan dia sempat memiliki kisah pribadi dengan lelaki yang sama, aku berpikir, dia juga sama sepertiku, masih belum, masih belum berjodoh dengan rejeki pekerjaanya. Hatiku sedikit tenang.
Tapi .. Allah punya rencana lain .. Sebuah rencana yang aku takutkan .. SENDIRI. Aku tidak suka sendiri, apapun, berhasil sendiri, bahkan gagal sendiri. Tertinggal ….
Temanku diterima di Lembaga Pemerintah yang lain, menjadi PNS disalah satu Lembaga tersebut, mendengar kabar itu, seketika aku merinding. Hal negatifnya aku menangis, sekuat aku menangis, entah kenapa seketika itu aku menjadi sangat sedih .. 31 Desember 2013. Aku merasa aku berada di “titik terendah”. Aku merasa sendiri, tertinggal, gagal, sendiri ..
Saat ini, sudah tidak ada lagi pengumuman disuatu Kementrian, Lembaga, maupun Pemerintah Provinsi yang aku tunggu .. Aku masih menangis.
Terlintas sebuah kata pepatah “Kita mungkin sedih jika kita gagal, akan tetapi itu akan menjadi lebih menyedihkan, ketika kita gagal, dan kita melihat teman kita berhasil”.
Jelek, ini merupakan sifat yang sangat tidak terpuji, iri itu namanya, jelek banget punya sifat seperti ini, sekuat yang aku bisa, aku akan meminimalisirnya, lalu membuangnya, semoga aku bisa dan harus bisa.
Sekuat itu buncit menasehatiku, memberikan aku motivasi, binggung, menghubungi sahabat terbaikku, meminta tolong padanya untuk menasehatiku, memberikanku motivasi juga.
Sekarang .. Aku mencoba kembali menata hatiku, aku pikir ini hanya masalah waktu, beberapa hari ini aku menghindar, menghindar diingatkan pada hal-hal itu, menghidar dari hal-hal yang membuatku trauma, sementara OFF dari sosial media. Meyakinkan diriku sendiri, bahwa “Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya” dan “Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan”, Aaamiinn.
Aku tak tau harus memulai dari mana cerita ini. Aku seorang freshgraduate, yang memiliki dua gelar sekaligus, sarjana dan master of engineering disalah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.
Aku bersyukur bisa mendapatkan dua gelar itu sekaligus, mempunyai kesempatan beasiswa untuk dapat melanjutkan study tingkat masterku ketika aku masih kuliah sarjana, dan full scholarship DIKTI. Menjadi lulusan, dengan IPK terbaik kedua pada tingkat master, dengan Indeks Prestasi Komulatif hampir sempurna.
Apakah itu membanggakan?
Aku bersyukur dengan apa yang telah aku raih, pencapaian yang berhasil aku peroleh.
Akan tetapi, setiap hal mempunyai dua sisi, positif dan negative. Dan sisi negativenya adalah aku menjadi terlalu selektif dalam memilih pekerjaan, hingga saat ini, 8 bulan sejak aku siding akhir dan dinyatakan menjadi seorang magister, aku masih belum menemukan jodoh pekerjaanku.
Ini bukan masalah aku tidak berusaha, aku berusaha semampu dan sekuat yang aku bisa. Dari ikut jobfair, apply via pos maupun online, hingga datang langsung ke tempat yang aku tuju. Dari sana, ada yang tidak mengindahkan lamaranku, ada yang lolos berkas administrasi, mengikuti test, lolos tahap awal, tahap berikutnya, tapi NIHIL dihasil akhir. Kata GAGAL kini menjadi kata yang biasa, tapi benarkah biasa?
Aku mendaftar pekerjaan di perusahaan-perusahaan BUMN yang aku inginkan, dan mendaftar di berbagai Kementrian serta Provinsi untuk dapat menjadi PNS (cita-cita yang aku impikan sejak jaman purba*kata salah seorang teman dekatku).
Kota-kota di Jawa aku jelajahi secara mandiri, dari Barat, Ibukota Jakarta, ke tengah Semarang dan Jogjakarta, hingga ke Timur, Surabaya, Kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tidak hanya sekali, bahkan terkadang aku harus bolak balik ke beberapa kota yang berbeda di minggu yang sama. Dalam benakku, inilah perjuangan.
Mendaftar CPNS di 8 tempat, lolos administrasi 5 tempat, mengikuti test di 4 tempat, lolos ditahap selanjutnya 2 tempat, hingga pada hasil akhir 0 tempat.
Mendaftar BUMN di beberapa tempat, lolos tahap 1, tahap 2, tahap 3, lalu
Gagal di tahap akhir, kadang sudah gagal ditahap awal. Beberapa orang temanku sudah berhasil duduk di BUMN ternama yang mereka inginkan. Aku bangga pada mereka.
Ketika pengumuman pertama di salah satu Kementrian, 3 0rang temanku lolos menjadi PNS, aku bangga, aku ikut senang dengan keberhasilan yang mereka peroleh. Dengan tulus dan bangga aku ucapkan kata selamat pada mereka. Diluar dugaanku, mereka malah memikirkan perasaanku, balik menyemangatiku, memberikan kata-kata bijak, aku terharu.
Tak sampai disitu, teman baikku saat kuliah, teman terbaik, mengirimku sebuah pesan, dia memang saat ini sudah bekerja disalah satu BUMN ternama di negeri ini. Aku bangga pula padanya, sangat bangga.
“….:red(menyebut namaku)”
“Jangan bersedih yaaaa …”
“Aku yakin Allah punya rencana lebiiih .. lebiiiih .. indah buat kamuuuu”
“Kayak kisah dua teman baik kita ..”
“Dulu aku heran .. orang sebaik dia kenapa terhambat di pekerjaan .. “
“Tapi ternyata Allah punya great plan buat dia”
“Begitu juga teman baik kita yang lain”
“Ternyata dengan dia tahan kerja di Kota ini”
“Dia bisa nikah lebih cepet”
“Allah pasti juga punya great plan buat kamu”
“I believe J”
“Semangat cantiiiiiiiiiik”
Seketika air mataku menetes, haru, aku harus banyak bersyukur, disekelilingku, masih banyak teman-teman, sahabat-sahabat yang menyayangiku ..
Saat itu, pikiranku tertuju, pada salah seorang teman, yang baik, yang seperjuangan, yang memiliki riwayat pendidikan sama, jobseekers yang sama, bahkan dia sempat memiliki kisah pribadi dengan lelaki yang sama, aku berpikir, dia juga sama sepertiku, masih belum, masih belum berjodoh dengan rejeki pekerjaanya. Hatiku sedikit tenang.
Tapi .. Allah punya rencana lain .. Sebuah rencana yang aku takutkan .. SENDIRI. Aku tidak suka sendiri, apapun, berhasil sendiri, bahkan gagal sendiri. Tertinggal ….
Temanku diterima di Lembaga Pemerintah yang lain, menjadi PNS disalah satu Lembaga tersebut, mendengar kabar itu, seketika aku merinding. Hal negatifnya aku menangis, sekuat aku menangis, entah kenapa seketika itu aku menjadi sangat sedih .. 31 Desember 2013. Aku merasa aku berada di “titik terendah”. Aku merasa sendiri, tertinggal, gagal, sendiri ..
Saat ini, sudah tidak ada lagi pengumuman disuatu Kementrian, Lembaga, maupun Pemerintah Provinsi yang aku tunggu .. Aku masih menangis.
Terlintas sebuah kata pepatah “Kita mungkin sedih jika kita gagal, akan tetapi itu akan menjadi lebih menyedihkan, ketika kita gagal, dan kita melihat teman kita berhasil”.
Jelek, ini merupakan sifat yang sangat tidak terpuji, iri itu namanya, jelek banget punya sifat seperti ini, sekuat yang aku bisa, aku akan meminimalisirnya, lalu membuangnya, semoga aku bisa dan harus bisa.
Sekuat itu buncit menasehatiku, memberikan aku motivasi, binggung, menghubungi sahabat terbaikku, meminta tolong padanya untuk menasehatiku, memberikanku motivasi juga.
Sekarang .. Aku mencoba kembali menata hatiku, aku pikir ini hanya masalah waktu, beberapa hari ini aku menghindar, menghindar diingatkan pada hal-hal itu, menghidar dari hal-hal yang membuatku trauma, sementara OFF dari sosial media. Meyakinkan diriku sendiri, bahwa “Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya” dan “Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan”, Aaamiinn.
Langganan:
Postingan (Atom)
